Menu


Kemenag Naikkan Biaya Haji Ketika Arab Saudi Berikan Diskon

Kemenag Naikkan Biaya Haji Ketika Arab Saudi Berikan Diskon

Kredit Foto: Pixabay

Konten Jatim, Depok -

Perwakilan Kementerian Haji dan Umrah untuk Layanan Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi, Amr bin Reda Al Maddah mengumumkan, biaya paket haji pada 2023 lebih murah 30 persen dari tahun sebelumnya.

Melansir Rakyat Merdeka pada Senin (23/1/2023), ini menandakan terjadinya penurunan biaya haji yang signifikan di Arab Saudi. Namun, hal sebaliknya justru terjadi di Indonesia. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas justru mengusulkan agar biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) naik signifikan sebesar 76 persen.

Baca Juga: Dipertanyakan Banyak Pihak, Kini Giliran Kader Golkar Tanya Kewenangan MK Soal Sidang Sistem Proporsional Terbuka

Dalam Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR, pekan kemarin, Yaqut Cholil Qoumas mengusulkan Bipih alias biaya yang harus dibayarkan calon jemaah naik dari Rp 39.886.009,00 menjadi Rp 69.193.733,60. Sedangkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) alias biaya keseluruhan penyelenggaraan ibadah haji diusulkan naik Rp 514.888,02, dari Rp 98.379.021,09 pada 2022 menjadi Rp 98.893.909,11.

Menag menerangkan, BPIH ini dipenuhi dengan skema 70 persen atau Rp 69 juta dari Bipih dan 30 persen atau Rp 29,7 juta dari nilai manfaat atau hasil kelola dana tabungan haji para calon jemaah.

Baca Juga: Ridwan Kamil Gabung Golkar, Berpotensi Geser Nama Ini Sebagai Cagub DKI

"Pembebanan BPIH harus mengedepankan prinsip istitha'ah dan likuiditas penyelenggaraan ibadah haji tahun-tahun berikutnya," kata Yaqut Cholil Qoumas.

Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah Eko Hartono menerangkan, penurunan biaya paket haji ini berlaku untuk jemaah domestik. Biayanya turun dari semula 5.666 riyal atau sekitar Rp 22 juta, menjadi 3.900 riyal atau sekitar Rp 15 juta.

Khazanah Islam: Awas! Ini Sederet Posisi Seks yang Dilarang dalam Islam, tapi Nomor 2 Sering Dilakukan

Tampilkan Semua Halaman

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Konten Jatim dengan Rakyat Merdeka.