Eks politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut menilai, Koalisi Indonesia Baru (KIB) yang dibentuk untuk cenderung mengusung Ganjar bersama Jokowi kehilangan angin. Dan, secara mengejutkan mulai berbalik untuk mengusung Prabowo Subianto. Hal itu diperkuat oleh relawan Jokowi yang mencetuskan memilih Prabowo sebagai bacapres, yang mungkin diusung oleh Jokowi.
"Pertentangan dan perselisihan elite kemudian semakin meluas dan bahkan menjadi lebih keras dalam hal capres dan akan berlanjut semakin tegang saat kampanye dan saat pilpres nanti," kata Didik.
Baca Juga: Pengamat Minta Jokowi Tidak Perlu Cawe-cawe Soal Politik: Biarkan Rakyat yang Menentukan
Dia menyebut, Pilpres 2024 belum mulai, tetapi ketegangan di lapangan sudah terasa panas. Hal itu karena banyak sekali upaya mengganjal bacapres Koalisi Perubahan Anies Rasyid Baswedan, karena dianggap berseberangan dengan Jokowi.
"Itu terlihat dari presiden tidak mengundang Nasdem ketika mengundang partai-partai politik yang dianggap koalisi di bawah Jokowi. Pertentangan yang keras telah terjadi antara Nasdem versus Jokowi selama beberapa bulan terakhir ini dan mungkin akan terus berlanjut ke depan," ujar Didik.
Khazanah Islam: Pujian untuk Ambisi Berkelanjutan, Warta Ekonomi Gelar Indonesia Most Visionary Companies Awards 2024