Menu


Kembali Memanas, Pihak Kepolisian Israel Izinkan Warga Gunakan Senjata Api

Kembali Memanas, Pihak Kepolisian Israel Izinkan Warga Gunakan Senjata Api

Kredit Foto: Unsplash/shraga kopstein

Konten Jatim, Depok -

Konflik antara Israel-Palestina kembali memanas setelah militer Israel menyerang pemukiman masyarakat Palestina yang tengah mengadakan ibadah i’tikaf di Masjid Al-Aqsa pada Rabu (5/4/2023) lalu.

Melansir Republika pada Minggu (9/4/2023), Komisaris Polisi Israel Kobi Shabtai, meminta para pemukim Israel yang memiliki izin senjata api untuk membawa senjata mereka untuk saat ini di tengah ketegangan dengan warga Palestina, lapor Anadolu Agency, Sabtu (8/4/2023).

Baca Juga: Serang Jemaah di Masjid Al-Aqsa, OKI Minta Pertanggungjawaban Israel

Kobi Shabtai membuat pernyataan tersebut setelah serangan di dekat pemukiman Hamra di Tepi Barat utara yang menewaskan dua pemukim Israel dan menyebabkan seorang pemukim lainnya terluka parah.

"Ini adalah serangan mematikan yang mengingatkan kita betapa seriusnya ancaman aktivitas permusuhan," kata kepala polisi, menurut harian Jerusalem Post. "Saya menyerukan kepada setiap warga negara yang memiliki senjata api berlisensi, dan terampil dalam mengoperasikannya secara legal, untuk membawanya hari ini," kata Kobi Shabtai.

Baca Juga: Pemerintah Indonesia Kutuk Aparat Israel atas Penyerangan Masjid Al-Aqsa Selama Ramadhan

Kepala Staf Angkatan Darat Israel Herzi Halevi pada Jumat lalu juga memerintahkan pemanggilan beberapa pasukan cadangan, dengan penekanan pada pertahanan udara dan formasi ofensif di Angkatan Udara, sehubungan dengan perkembangan yang terjadi dengan Palestina.

Pihak berwenang Israel mengatakan pada Jumat (7/4/2023) malam bahwa setidaknya satu orang tewas dan enam lainnya terluka dalam sebuah serangan yang dicurigai terjadi di Tel Aviv, pusat wilayah komersial Israel. 

Khazanah Islam: Masuk Daftar Nominator Warisan Budaya Tak Benda, Reog Ponorogo Segera Diakui UNESCO

Tampilkan Semua Halaman

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Konten Jatim dengan Republika.