Menu


Anies Selalu Nomor Tiga di Bawah Ganjar dan Prabowo, Loyalis: Kalau Elektabilitasnya Rendah, Ngapain Dijegal?

Anies Selalu Nomor Tiga di Bawah Ganjar dan Prabowo, Loyalis: Kalau Elektabilitasnya Rendah, Ngapain Dijegal?

Kredit Foto: Twitter/Anies Baswedan

Konten Jatim, Jakarta -

Eks Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar menyoroti posisi Anies Baswedan yang kerap bertengger di posisi ketiga di bawah Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto, berdasarkan hasil survei dari berbagai lembaga survei.

Ia mengatakan, ada skenario untuk selalu menempatkan Anies pada urutan ketiga bahkan jauh dari yang lain.

Musni menyarankan masyarakat tak sembarang mempercayai lembaga survei. Karena menurutnya ada lembaga survei yang tidak kredibel.

Baca Juga: Loyalis Jokowi: Surya Paloh Mungkin Tak Menyangka, Pencapresan Anies Bikin Semuanya Jadi Porak-poranda

"Tetapi seperti yang saya kemukakan kalau kita bicara tentang hasil polling yang dilakukan, Karni Ilyas sangat kredibel, begitu juga CNBC. Itu satu lembaga jurnalis yang sangat kredibel kedua lembaga ini belum bagi hasil polling," tuturnya dalam keterangannya, Selasa, (6/6/2023).

Loyalis Anies ini memaparkan, lembaga survei ini menempatkan Anies pada posisi yang sangat tinggi dibandingkan lawan-lawan politiknya.

"Jadi kemudian saya juga dikirimi Google Trend 2023 itu, Anies di berbagai daerah itu unggul dan keunggulan itu kita bisa pastikan bukan rekayasa. Karena itu kan mesinnya menghimpun, dan saya kira tidak akan salah," ungkapnya. 

"Misalnya contoh saja di Aceh Anies memperoleh sekian, itu masuk akal. Sama juga Sumatera Barat, sama juga Jawa Barat, Jawa Timur," tambahnya.

Dia menduga, ada permainan di lapangan untuk menahan elektabilitasnya Anies yang sesungguhnya tidak diumumkan.

Baca Juga: Ambil Risiko untuk Usung Anies Jadi Capres, Demokrat Minta Semuanya Telah Terkonsolidasi Bulan Ini

"Dan ini juga yang membuat kita ragu, kalau elektabilitasnya rendah kemudian ada potensi menang ngapain dijegal dengan berbagai instrumen yang diciptakan termasuk upaya untuk mengambil alih Demokrat, ini juga cara untuk melemahkan koalisi perubahan untuk Indonesia," tandas pria kelahiran Kendari ini. 

Khazanah Islam: Masuk Daftar Nominator Warisan Budaya Tak Benda, Reog Ponorogo Segera Diakui UNESCO

Tampilkan Semua Halaman

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Konten Jatim dengan Fajar.