Menu


Menanti Nyali Dewas KPK Copot Firli Bahuri 'Si Pembocor'

Menanti Nyali Dewas KPK Copot Firli Bahuri 'Si Pembocor'

Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat

Konten Jatim, Jakarta -

Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) didesak untuk menberi sanksi tegas ke Firli Bahuri, Ketua KPK yang diduga membocorkan sejumlah dokumen penyelidikan perkara korupsi.

Lima bus parkir berjajar di depan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa 11 April 2023. Waktu menunjukkan pukul 14.00 WIB, saat puluhan orang mulai mengepung gedung lembaga antirasuah. 

Sebuah spanduk berwarna hitam dibentangkan. 'KPK Jangan Berpolitik, KPK Milik Rakyat Bukan Milik Firli Bahuri.'

Baca Juga: Chat Wakil Ketua KPK ke Dirjen ESDM Lebih Menarik Dibanding Kasus Firli?

Dari mobil komando, lewat pengeras suara, orasi demi orasi  terdengar lantang. Satu tuntutan mereka, 'Pecat Ketua KPK Firli Bahuri!' Mereka adalah massa yang mengatasnamakan Pengurus Besar Komunitas Aktivis Muda Indonesia (PB KAMI). 

Seorang pria bertopeng wajah Firli Bahuri, mengenakan rompi oranye bertuliskan 'Firli Tahanan Rakyat' mencuri perhatian. Kedua jarinya diborgol.

"Ini kami secara simbolik menyampaikan kepada Dewas KPK yang sampai saat ini seperti macan ompong, tidak berani melawan Firli Bahuri. Orang yang sudah membocorkan dokumen rahasia KPK," kata Ketum PB KAMI Sultoni dengan lantang. 

"Ini simbolis tangkap Firli Bahuri sebagai tahanan. Tahanan rakyat, kami minta Dewas KPK berani mencopot Firli Bahuri dan bawa ke ranah hukum. Tangkap Firli Bahuri," ujarnya menunjuk pria yang bertopeng wajah Firli. 

Perlahan aksi mulai memanas, massa menyalakan flare yang membuat kepulan asap membumbung di halaman gedung KPK. Massa berupaya merangsek masuk menuju pelataran KPK. Adu dorong tak terhindarkan dengan aparat kepolisian, yang berjaga membuat pagar betis. 

Aroma amis sekita tercium, ketika butir demi butir telur pecah di dinding kaca dan halaman lobby KPK-- yang dilemparkan massa aksi. Tak hanya itu, bangkai tikus turut berterbangan. 

Salah satu pengunjuk rasa berhasil lolos menuju lobby KPK. Dengan gerakan cepat, di pintu masuk, dia melepaskan sejumlah ekor tikus putih dari keranjang yang dibawanya. 

Aksi belum berhenti, hujan telur dan bangkai tikus masih berlangsung. Aparat kepolisian tetap mengambil posisi berlindung di balik tameng. Sekita gedung KPK penuh dengan pecahan telur dan bangkai tikus yang berserakan. 

Eks Petinggi KPK Turun Gunung

Sehari sebelum aksi itu, tepatnya pada Senin 10 April, desakan pecat Firli juga bergema di KPK. Desakan itu datang dari sejumlah mantan petinggi KPK. Mereka turun gunung, aksi di depan Gedung Merah Putih KPK. 

Ada Abraham Samad, Saut Situmorang, hingga Bambang Widjojanto. Mantan penasehat KPK Abdullah Hehamahua, dan Budi Santoso, juga turut hadir di bawah teriknya matahari pada siang itu. 

"Hari ini saya bersama teman-teman seperjuangan, mahasiswa dan lain-lain  ingin menegaskan kita akan mengajukan, melaporkan Saudara Firli Bahuri terhadap pelanggaran etika dan perilaku yang dilakukan," kata Abraham lantang berorasi. 

"Kita minta Dewas KPK untuk obyektif tidak seperti di masa lalu, ketika memeriksa saudara Firli ada kecenderungan tidak memberikan sanksi yang tegas. Sehingga kelakuan atau perbuatan Firli terulang terus-menerus. Karena tidak ada tindakan yang keras dan tegas atau sanksi yang diberikan Dewas KPK," teriaknya lantang.  

Saat unjuk rasa mereka juga datang membawa sejumlah atribut, di antaranya poster bertuliskan sejumlah tuntutan, 'Masa Depan Pemberantasan Korupsi, Lebih Penting Daripada Masa Depan Firli Bahuri’. 

Aksi demi menggulingkan Firli Bahuri dari jabatannya, tak hanya dari mantan petinggi KPK. Turut hadir mantan punggawa KPK, Novel Baswedan, Aulia Postiera, M. Praswad Nugraha, Lakso Anindito, hingga Ronald Paul Sinyal. Mereka adalah pegawai KPK yang dipecat Firli lewat operasi tes wawasan kebangsaan atau TWK. 

Hadir pula sejumlah kelompok aktivis, Indonesia Memanggil (IM57+) Institute, Indonesia Corruption Watch (ICW), Transparency International Indonesia (TII), LBH Jakarta, Amnesty Internasional Indonesia dan YLBHI. Mereka tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil, dengan tujuan menuntut Dewas KPK memecat Firli Bahuri. 

Demi Masa Depan KPK

Gelombang desakan pemecatan Firli Bahuri menggema dalam beberapa waktu terakhir. Berawal dari dugaan Firli memecat Brigjen Endar Priantoro dari jabatannya Direktur Penyelidikan KPK.

Dia diduga memecat Endar karena menolak meningkatkan kasus Formula E ke penyidikan. Sumber Suara.com di internal KPK sebelumnya menyebut Firli diduga memiliki kepentingan politik dalam perkara itu. 

Endar yang merasa tak pernah melakukan pelanggaran etik, tidak terima dengan pemecatannya. Terlebih Kapolri Jenderal Listyo Sigit lewat suratnya memintakan Endar tetap di KPK. Atas dugaan ketidakwajaran itu Endar melaporkan Firli dan Sekjen KPK ke Dewas. 

Lepas dari perkara itu, kontroversi Firli tidak berhenti begitu saja. Dia juga diduga membocorkan dokumen penyelidikan korupsi tunjangan kinerja pegawai di Kementerian ESDM. 

Tak hanya itu, kata sumber tersebut, Firli juga diduga membocorkan surat perintah penyadapan. Kemudian melarang untuk memanggil saksi pada suatu kasus korupsi di KPK. 

Terbaru, Endar juga kembali melaporkan Firli Bahuri ke Dewas KPK atas dugaan membocorkan hasil dokumen penyelidikan korupsi perizinan tambang di Kementerian ESDM. 

Novel Baswedan, mantan penyidik senior KPK, mengaku tak kaget dengan sejumlah dugaan perilaku tak terpuji Firli tersebut. Dia mengungkap dugaan perilaku Firli saat menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK. 

"Sudah menjadi rahasia umum ketika di media disampaikan tentang banyak pelanggaran yang dilakukan oleh Firli Bahuri ini," kata Novel ditemui wartawan di Kantor Dewas KPK, Jakarta, Senin 10 April lalu. 

Baca Juga: Tingkah Aneh Firli Bahuri: Langgar Kode Etik dengan Jadi Satu-Satunya Pimpinan KPK yang Pasang Baliho

"Saya teringat Firli Bahuri ketika mengikuti ekspose, bahkan ketika masih menjadi Deputi Penindakan dia sering memfoto-foto risalah atau dokumen rahasia ekspose," ungkap Novel.

Khazanah Islam: Masuk Daftar Nominator Warisan Budaya Tak Benda, Reog Ponorogo Segera Diakui UNESCO

Tampilkan Semua Halaman

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Konten Jatim dengan Suara.com.