Menu


Soal Pertemuan Paloh-Luhut, NasDem Jadi Satu-satunya Partai yang Masih Bisa Dilobi Istana: PKS dan Demokrat Tak Mungkin

Soal Pertemuan Paloh-Luhut, NasDem Jadi Satu-satunya Partai yang Masih Bisa Dilobi Istana: PKS dan Demokrat Tak Mungkin

Kredit Foto: Instagram/Peter Gontha

Konten Jatim, Jakarta -

Pengamat politik, Refly Harun menilai bahwa Partai NasDem menjadi satu-satunya partai yang tergabung di Koalisi Perubahan yang masih mungkin untuk dilobi oleh Istana terkait pencapresan Anies Baswedan.

Hal ini menyoroti terkait pertemuan makan siang antara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di NasDem Tower, Selasa (14/3/2023).

Menurut Refly, PKS dan Demokrat kecil kemungkinan untuk dilobi, lantaran mereka partai oposisi pemerintah yang tak punya rekam jejak boroknya selama dua periode ini.

Baca Juga: Pengamat Yakin Pertemuan Paloh dan Luhut Bahas Reshuffle dan Pencapresan Anies

"NasDem adalah satu-satunya partai yang masih 'mungkin dilobi' oleh kekuasaan Istana agar meninggalkan Anies Baswedan, tentu dengan cara yang halus dan cara yang keras tentunya," ujarnya dalam kanal YouTube Refly Harun, dikutip Konten Jatim pada Kamis (16/3/2023).

"Membujuk atau menyandera PKS sepertinya gak bisa, Demokrat sepertinya juga gak bisa karena kebetulan partai ini adalah partai di luar pemerintahan sehingga boroknya nggak ada, atau kalaupun ada ya ketinggalan zaman lalu, dan kalau dibuka kembali itu kelihatan aneh betul," sambungnya.

Dalam pertemuan Paloh dengan Luhut, Refly menduga bahwa Istana mencoba menawarkan pilihan buat NasDem, yakni memilih tinggalkan Anies dari pencapresan atau menterinya terkena reshuffle kabinet. Diketahui, NasDem punya perwakilan tiga menteri di Kabinet Indonesia Maju.

Partai besutan Surya Paloh itu, kata Refly, punya borok yang bisa dikapitalisasi sehingga bisa membuat mereka tersandera.

"NasDem tentu ada boroknya yang bisa dikapitalisasi yang bisa membuat partai ini tersandera," terangnya.

Baca Juga: Pertemuan Luhut-Surya Paloh Dinilai untuk 'Tukar Guling' Istana dan NasDem: Tinggalkan Anies atau Kena Reshuffle

Sikap NasDem tersebut tentu menjadi pertaruhan, sebab jika mereka mundur dari pencapresan Anies, maka eks Gubernur DKI itu dipastikan gagal maju di Pilpres 2024, sebab PKS dan Demokrat tak cukup suara jika hanya mengusungnya berdua.

"Kalau seandainya NasDem gentar dengan kerekatan Luhut Pandjaitan ini, maka Anies tidak bisa dicalonkan sebagai presiden, karena partai-partai lain sudah di bawah ketiak kekuasaan semua," ungkapnya.

Khazanah Islam: Pujian untuk Ambisi Berkelanjutan, Warta Ekonomi Gelar Indonesia Most Visionary Companies Awards 2024