Menu


Partai Demokrat: Jokowi Berikan Beban untuk Presiden Generasi Berikutnya

Partai Demokrat: Jokowi Berikan Beban untuk Presiden Generasi Berikutnya

Kredit Foto: Antara

"Sehingga menjadi alasan pada sisi kepentingan investor China melalui operator pelaksananya di KCIC (Kereta Cepat Indonesia-China) mendorong negosiasi untuk menambah konsesi hak pengoperasian kereta cepat dari 50 tahun menjadi 80 tahun," ujar Willem.

Kedua, gelembung anggaran proyek kereta cepat menjadi beban yang lebih menakutkan dibandingkan utang IMF. Ini disebabkan oleh klausul penguasaan monopoli jalur kereta cepat yang justru dikuasai hampir mendekati 100 tahun, melampaui batas produktivitas aset kereta cepat. 

Baca Juga: Pengamat: Penggeledahan Kantor Khofifah Bukan Untuk Jegal Anies

"Beban pembiayaan yang begitu membengkak, diperburuk lagi dengan akting para pelaksana proyek yang dituntut untuk segera mengejar target penggunaan kereta cepat yang harus segera dicapai di tahun 2023. Hal ini, tidak lain bertujuan untuk mempercepat manfaat politis sebelum masa tugas kepresidenan tuntas di tahun 2024," paparnya. 

Demi mencapai pencapaian politis tersebut, para pekerja dipaksa untuk mengejar waktu tersebut. Tanpa disadari, berbagai aspek yang menjadi standar engineering dan keselamatan justru terabaikan.

Baca Juga: Alasan Pemerintah Selalu Ikuti NU Ketika Puasa Menurut Zulfan Lindan

"Padahal, penggunaan kereta cepat tersebut akan melibatkan jutaan pengguna transportasi di Jabar-DKI Jakarta. Pengabaian standar engineering dan keselamatan bagi pengguna kereta cepat ini dapat menjadi bom waktu dan teror transportasi di masa-masa mendatang," tutupnya. 

Khazanah Islam: Pujian untuk Ambisi Berkelanjutan, Warta Ekonomi Gelar Indonesia Most Visionary Companies Awards 2024

Tampilkan Semua Halaman

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Konten Jatim dengan Republika.