Menu


PDIP dan PPP Masih Berbeda Terkait Sistem Pemilu 

PDIP dan PPP Masih Berbeda Terkait Sistem Pemilu 

Kredit Foto: Tim Media Ganjar Pranowo

Konten Jatim, Jakarta -

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) masih memiliki perbedaan sikap terhadap sistem pemilu. PDIP tetap sangat mendukung pemberlakuan sistem proporsional tertutup atau sistem pemilihan partai. 

Sedangkan PPP mendukung penerapan sistem proporsional terbuka. Padahal, PDIP dan PPP pada Senin (29/5/2023) sepakat bekerja sama memenangkan pemilihan legislatif (pileg) Pemilu 2024. Kedua partai ini sebelumnya juga sepakat bekerja sama mengusung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden dalam Pilpres 2024. 

 Baca Juga: 5 Fakta Denny Indrayana Bicara Soal Pemilu Proporsional Tertutup

Plt Ketua Umum PPP Mardiono mengatakan, perbedaan sikap PPP dan PDIP soal sistem pemilu ini tidak sama sekali menganggu koalisi atau kerja sama kedua partai. Sebab, perbedaan adalah sebuah keniscayaan. 

"Perbedaan ini adalah keniscayaan. Kita bangsa Indonesia tidak mungkin semua warnanya sama, tidak mungkin," kata Mardiono usai menggelar pertemuan tertutup dengan pimpinan PDIP di Kantor DPP PPP, Menteng, Jakarta Pusat, Senin. 

Mardiono menyebut, pihaknya dan pimpinan PDIP tidak pernah membahas sistem pemilu ketika berbicara soal kerja sama pemenangan pemilihan legislatif. Sebab, penentuan sistem pemilu sekarang bukan berada di tangan partai politik, melainkan di tangan Mahkamah Konstitusi (MK). 

Khazanah Islam: Masuk Daftar Nominator Warisan Budaya Tak Benda, Reog Ponorogo Segera Diakui UNESCO

Tampilkan Semua Halaman

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Konten Jatim dengan Republika.