Menu


Anas: Demokrasi Negara Mundur Jika Sistem Proporsional Tertutup Diterapkan

Anas: Demokrasi Negara Mundur Jika Sistem Proporsional Tertutup Diterapkan

Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak

Konten Jatim, Jakarta -

Anas Urbaningrum, eks anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), mengomentari sistem pemilihan umum (pemilu). Artinya, bocoran putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang kembalinya sistem pemilu ke sistem proporsional tertutup atau pilih partai. 

Menurut Anas, jika Pemilu 2024 menggunakan sistem proporsional tertutup, hal itu merupakan kemunduran dalam demokrasi Indonesia. Hal itu bisa mengistimewakan elite politik dan pemilih kemudian kembali menjadi objek politik, hanya sebagai sekadar ornamen demokrasi.

Baca Juga: Caleg Bakal Rugi Kalau Sistem Pemilu Diubah

"Jika benar sistem proporsional tertutup yang diputuskan oleh MK, sungguh itu arus balik dalam demokrasi kita. Langkah mundur yang nyata," kata Anas di Twitter centang birunya dikutip Republika.co.id di Jakarta pada Senin (29/5/2023).

Anas kemudian juga buka suara atas cicitan mantan presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tentang informasi bocoran sistem proporsional tertutup oleh MK. Anas meminta SBY tidak menggunakan diksi isu besar dalam dunia politik di Indonesia.

"Perubahan sistem untuk Pemilu tahun 2009 terjadi pasca-putusan MK 23 Desember 2008. Pemungutan suaranya terjadi pada 9 April 2009. Pemilu 2009 terbukti berjalan lancar dan tidak ada chaos politik. Jadi lebih baik Pak @SBYudhoyono tidak bicara chaos terkait dengan pergantian sistem pemilu di tengah jalan," kata Anas.

Khazanah Islam: Pujian untuk Ambisi Berkelanjutan, Warta Ekonomi Gelar Indonesia Most Visionary Companies Awards 2024

Tampilkan Semua Halaman

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Konten Jatim dengan Republika.