Menu


Survei LSI Denny JA: Ganjar Tempati Peringkat ke 3 Soal Isu Ekonomi

Survei LSI Denny JA: Ganjar Tempati Peringkat ke 3 Soal Isu Ekonomi

Kredit Foto: Istimewa

Konten Jatim, Jakarta -

Kemiskinan di Jawa Tengah masih banyak ditemukan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) September 2022, jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah sebanyak 3,86 juta jiwa atau 10,98 persen. Persentase tersebut lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 9,57 persen dan rata-rata provinsi Jawa sebesar 8,67 persen. 

Kondisi ini menjadi nilai minus bagi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam survei terbaru yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA. Peneliti senior LSI Denny JA Ardian Sopa mengatakan, kondisi kemiskinan di Jawa Tengah membuat masyarakat meragukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai sosok yang dapat membawa arah ekonomi Indonesia bangkit.

Baca Juga: PPP Ajukan Dua Figur Calon Wakil Presiden Ganjar, Siapa Saja?  

“Jika memimpin satu provinsi saja, Jawa Tengah, Ganjar gagal soal isu kemiskinan, bagaimana memimpin 38 provinsi?" ucapnya, dalam rilis hasil survei terbaru LSI Denny JA, Senin (29/5).

Dalam survei ini, LSI Denny JA mengangkat isu “4 Pertarungan Pilpres 2024 (Isu Ekonomi, Teritori, Partai, dan Media Sosial). Ganjar mendapat peringkat ketiga alias terbawah dalam kategori sosok “strong leader yang menumbuhkan ekonomi”, dengan hanya memperoleh 14,8 persen.

Peringkat pertamanya dipegang Menteri Pertahanan dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan 56,2 persen. Sedangkan posisi kedua diduduki mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan dengan 18,7 persen.

LSI Denny JA melakukan survei dengan metode multistage random sampling yang diikuti 1.200 responden pada periode 3 Mei sampai 14 Mei 2023. Survei ini memiliki tingkat margin of error plus minus 2,9 persen serta riset kualitatif.

Khazanah Islam: Pujian untuk Ambisi Berkelanjutan, Warta Ekonomi Gelar Indonesia Most Visionary Companies Awards 2024

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Konten Jatim dengan Rakyat Merdeka.