Menu


SBY Sebut Akan Chaos jika Sistem Pemilu Berubah, Hasto: Tak Perlu Seorang Pemimpin Menakuti Rakyat

SBY Sebut Akan Chaos jika Sistem Pemilu Berubah, Hasto: Tak Perlu Seorang Pemimpin Menakuti Rakyat

Kredit Foto: Instagram/Hasto Kristiyanto

Konten Jatim, Jakarta -

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyebut bahwa seorang pemimpin seharusnya tidak menakut-nakuti rakyat dan bisa bersikap negarawan. Hal itu disampaikan Hasto menanggapi soal pernyataan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

SBY menuding akan terjadi chaos atau kekacauan politik apabila sistem pemilu berubah dari proporsional terbuka menjadi tertutup.

Baca Juga: Sesalkan Denny Indrayana Bocorkan Putusan MK, Hasto PDIP: Tanpa Sumber yang Jelas dan Ciptakan Spekulasi

"Tidak perlu seorang pemimpin menakut-nakuti rakyat selama para pemimpin punya sikap kenegarawanan yang kuat dan Presiden Jokowi, KH Maruf Amin, Ibu Megawati Soekarnoputri, semuanya mendorong dengan sikap kenegarawanan untuk menghasilkan pemilu yang seadil-adilnya, sejujur-jujurnya, dan menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi," kata Hasto, mengutip Suara.com, Selasa (30/5/2023).

Menurut Hasto, chaos atau kekacauan politik biasanya terjadi ketika ada kecurigaan berlebihan. Ia lantas menyinggung soal kenaikan suara partai politik lain sebesar 300 persen dalam pemilu-pemilu sebelumnya.

"Chaos politik itu ketika dalam era kontestasi pemilu yang sangat ketat ada yang menyalahgunakan kekuasaan, ada yang curiga berlebihan terjadi kecurangan sebelum pemilu dilaksanakan, padahal kami menjadi bagian dari piar demokrasi dari rakyat untuk rakyat," jelasnya.

"Kami tidak diajarkan untuk menang dengan segala cara mendapatkan kenaikan 300 persen, kami menang dengan cara-cara konstitusional," tambahnya.

Khazanah Islam: Masuk Daftar Nominator Warisan Budaya Tak Benda, Reog Ponorogo Segera Diakui UNESCO

Tampilkan Semua Halaman

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Konten Jatim dengan Suara.com.