Menu


Apa Sebenarnya Alasan Myanmar Tidak Diundang KTT ASEAN ke-42?

Apa Sebenarnya Alasan Myanmar Tidak Diundang KTT ASEAN ke-42?

Kredit Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Konten Jatim, Depok -

Para delegasi negara ASEAN mendatangi Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-42. Kecuali Thailand, seluruh pemimpin negara turut menghadiri acara penting ini.

Menariknya, dari 10 negara yang termasuk ke dalam anggota ASEAN, ada 1 negara yang tidak mendapat undangan hadir dalam KTT ASEAN tahun ini. Negara tersebut adalah Myanmar. Para petinggi ASEAN lain sepakat untuk tidak mengundang negara di sebelah utara Asia Tenggara ini.

Sebenarnya, apa alasan Myanmar tidak diundang KTT ASEAN? Berikut penjelasannya menghimpun informasi dari beberapa sumber berbeda pada Rabu (10/5/2023). 

Baca Juga: Daftar Delegasi yang Mengikuti KTT ASEAN ke-42 dan Profil Singkatnya

Alasan Myanmar Tidak Diundang KTT ASEAN ke-42

Tadi sudah disebutkan bahwa seluruh delegasi KTT ASEAN ke-42 setuju untuk tidak menghadirkan Myanmar ke dalam acara ini. Namun, tidak pernah dijelaskan spesifik terkait alasan kenapa undangan tidak pernah diberikan kepada Myanmar.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi memberikan konfirmasi bahwa Myanmar tidak akan hadir dalam KTT ASEAN ke-42, namun tidak pernah menjelaskan secara mendetail kenapa para pemimpin menolak keberadaan Myanmar.

Namun, bisa dispekulasikan bahwa ini berkaitan dengan konflik berkepanjangan yang ada di Myanmar sejak 2021 lalu. Di tahun 2021, terjadi kudeta yang menggulingkan kekuasaan pemerintah Myanmar sehingga kini mereka dikuasai oleh junta militer.

Baca Juga: Topik Pembahasan KTT ASEAN ke-42: Siap Tingkatkan Kekuatan ASEAN

Junta militer dianggap oleh banyak negara di ASEAN bukan pemimpin resmi dari sebuah negara. Hal tersebut diyakini sebagai salah satu alasan kenapa KTT ASEAN ke-42 ini tidak mengundang Myanmar.

Ini bukan kali pertama Myanmar tidak diundang di KTT ASEAN. Sebelumnya, pada KTT ASEAN ke-38 dan ke-39 di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, junta militer Myanmar juga tidak diundang, membuat mereka marah karenanya.

Khazanah Islam: Pujian untuk Ambisi Berkelanjutan, Warta Ekonomi Gelar Indonesia Most Visionary Companies Awards 2024

Tampilkan Semua Halaman