Menu


Respons 'Telat Mendidih' Para Prajurit TNI AD Atas Ucapan Effendi Simbolon yang Sampai Butuh 8 Hari Baru Bereaksi

Respons 'Telat Mendidih' Para Prajurit TNI AD Atas Ucapan Effendi Simbolon yang Sampai Butuh 8 Hari Baru Bereaksi

Kredit Foto: Tangkapan layar video sumber bebas

Konten Jatim, Jakarta -

Deretan video para anggota TNI Angkatan Darat menuntut Effendi Simbolon meminta maaf mendadak ramai tersebar pada Selasa, 13 September kemarin.

Dalam sebuah video, Dandim Cilegon Letkol Inf Ari Widyo Prasetyo mengaku darahnya sampai mendidih mendengar ucapan Effendi Simbolon.

"Darah kami mendidih. Kau Effendi Simbolon melukai kami prajurit TNI. Kau adu domba pimpinan kami, kau adu domba TNI, kami seluruh prajurit Kodim 0623 Cilegon sakit hati," ujar perwira menengah berpangkat melati dua itu didampingi para anak buahnya.

Baca Juga: Sudah Hampir Sebulan Akun Twitternya Dibajak, TNI AD Kena Sindiran Pedas

Effendi Simbolon adalah anggota DPR Komisi I yang sempat menyinggung tidak akurnya hubungan antara Panglima TNI Jenderal Andika dan bawahannya, yakni KASAD Jenderal Dudung Abdurachman.

Hal itu disampaikannya saat rapat dengar pendapat antara Komisi I dan Panglima TNI beserta jajarannya, di Gedung DPR, 5 September silam.

Dudung sendiri tidak ikut hadir mendampingi Andika. Menurut Effendi, ini sudah kesekian kalinya KASAD tidak ikut hadir dalam acara yang melibatkan Panglima.

Baca Juga: Kabar Terbaru dari Akun Twitter TNI AD yang Nyaris Sebulan Diretas, Begini Kondisinya Sekarang

Effendi menilai Dudung tidak patuh pada atasannya. Atas dasar itu, ia mengibaratkan kondisi TNI AD seperti gerombolan.

"Ini TNI kayak gerombolan ini, lebih-lebih ormas jadinya. Tidak ada kepatuhan," kata politisi PDI Perjuangan ini ketika itu.

Effendi sempat mengonfirmasi apakah ketidakharmonisan itu ada kaitannya dengan tidak diluluskannya anak Dudung saat tes masuk Akademi Militer.

Baca Juga: Pertanyakan Dudung Soal Anaknya Masuk Akmil, Kenapa Effendi Simbolon yang Minta Maaf? Oh, Jubir Gusdur Beberkan Alasannya

"Memangnya kalau anak KSAD kenapa? Memang harus masuk? Memang kalau anak presiden harus masuk?" ujar dia.

Khazanah Islam: Masuk Daftar Nominator Warisan Budaya Tak Benda, Reog Ponorogo Segera Diakui UNESCO

Tampilkan Semua Halaman