Menu


Elektoral Ganjar Berpeluang Turun, Anies dan Prabowo Ketiban Untung

Elektoral Ganjar Berpeluang Turun, Anies dan Prabowo Ketiban Untung

Kredit Foto: Antara/Aji Styawan

Konten Jatim, Jakarta -

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga menilai penolakan timnas Israel yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berimbas pada elektoral Ganjar sebagai capres 2024.

Ganjar yang kerap dijagokan dalam berbagai hasil survei elektabilitas, kini harus menelan pil pahit imbas ucapannya soal penolakan timnas Israel. Ganjar yang kini tengah menjadi sasaran amarah publik dinilai akan mengalami kemerosotan secara elektabilitas.

Baca Juga: Dihujat Netizen Imbas Indonesia Batal Jadi Host Piala Dunia U-20, Refly Harun: Kasihan Ganjar, Dia Dijebak Maju Kena Mundur Kena

Sebab kekecewaan publik itu membuat popularitas Ganjar beserta PDI Perjuangan dalam konotasi negatif akan meningkat.

"Popularitas negatif biasanya akan berkolerasi dengan penurunan elektabilitas. Karena itu, elektoral Ganjar dan PDIP berpeluang turun drastis sangat terbuka," kata Jamiluddin, Jumat (31/3/2023).

Penurunan elektoral Ganjar itu justru berdampak positif terhadap kandisat bakal capres lainnya. Seperti diketahui, selain Ganjar, ada Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. Kedua tokoh ini dianggap mendulang untung dari Ganjar.

"Keuntungan yang diperoleh dua bacapres ini bukan karena menari-nari di atas caci maki terhadap Ganjar, tapi konsekuensi logis cerobohnya Gubernur Jawa Tengah itu dalam bersikap," kata Jamiluddin.

"Jadi, sikap negatif masyarakat terhadap Ganjar semata atas tidak bijaksananya ia dalam bersikap. Hal itu sekaligus menunjukkan lemahnya kapasitas kepemimpinan Ganjar," sambungnya.

Di siai lain, elektoral Anies dan Prabowo berpeluang meningkat seiring turunnya elektoral Ganjar.

"Keuntungan itu tentunya menjadi modal bagi Anies dan Prabowo untuk lebih yakin maju pada Pilpres 2024. Modal itu juga dapat mereka jadikan lebih awas dalam bersikap layaknya seorang negarawan. Hal itu yang tidak dimiliki Ganjar. Karena itu, Ganjar memang belum layak untuk menjadi pemimpin nasional," kata Jamiluddin.

Baca Juga: Bela Ganjar yang Dihujat Warganet Gegara Pildun U-20 Batal di Indonesia, Guntur Romli: Di Mana Salahnya Jika Orang Berani Tolak Penjajahan?

Menurut dia, potensi lama tidaknya elektoral Ganjar dan PDIP menurun sangat bergantung terhadap kedalaman kekecewaan masyarakat. Apabila mayoritas masyarakat sangat kecewa kepada Ganjar dan PDIP, dipaatikan penurunan elektoral bakal bertahan lama.

"Sebaliknya, bila kecewa masyarakat tidak mendalam maka potensi turunnya elektoral Ganjar dan PDIP tidak berlangsung lama. Masyarakat akan cepat melupakan kasus tersebut sehingga mengubah kembali sikap dan tindakannya kepada Ganjar dan PDIP," kata Jamiluddin.

Khazanah Islam: Masuk Daftar Nominator Warisan Budaya Tak Benda, Reog Ponorogo Segera Diakui UNESCO

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Konten Jatim dengan Suara.com.