Menu


PKS Usulkan Mantan Mentan Jadi Cawapres Anies, Apa Alasannya?

PKS Usulkan Mantan Mentan Jadi Cawapres Anies, Apa Alasannya?

Kredit Foto: Twitter/Anies Baswedan

Konten Jatim, Depok -

Nama Mantan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mendadak menjadi salah satu nama cawapres yang keluar untuk mendampingi bakal capres Koalisi Perubahan, Anies Baswedan.

Menyadur Rakyat Merdeka pada Sabtu (25/3/2023), sosok ini didukung oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di berbagai daerah seperti Provinsi Aceh, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Provinsi Papua Barat, Papua Barat Daya dan Lampung.

Baca Juga: Cawapres Anies Baswedan Mengerucut Jadi 4 Nama, Siapa Saja?

Menurut Ketua DPW PKS Papua Barat, Mugiyono, dalam surat yang telah dilayangkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) beberapa waktu lalu, nama-nama yang dinilai pas mendampingi Anies Baswedan antara lain satu berasal dari internal partai dan satu lagi berasal dari eksternal.

"Nah tokoh dari eksternal partai ini kami usulkan nama mantan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman," ujarnya, dalam keterangannya, Jumat (24/3/2023).

Mugiyono menilai sosok Andi Amran Sulaiman merupakan tokoh nasional yang telah menunjukkan prestasinya saat memimpin Kementerian Pertanian (Kementan).

"Beliau juga seorang pengusaha sukses. Jadi dari segi finansial tidak ada masalah. Dan yang lebih penting, Pak Amran ini telah menjadi tokoh yang merepresentasikan Indonesia Timur setelah Pak Jusuf Kalla," imbuhnya.

Baca Juga: Cari Kandidat Cawapres, Anies Kerahkan Tim Kecil untuk Pilih Nama

Lebih jauh, dia berharap memang ada wakil Indonesia Timur yang masuk dalam kepemimpinan nasional. "Dan Pak Amran cocok untuk itu," katanya.

Hal senada dikatakan oleh Ketua DPW PKS Papua Barat Daya, Syaiful Malik Karim yang mengatakan DPW PKS Papua Barat Daya berpegang pada hasil Musyawarah Nasional (Munas) PKS lalu yang merekomendasikan dua nama yakni kader PKS Ahmad Heryawan dan tokoh luar partai Andi Amran Sulaiman.

Menurutnya, dalam kontestasi Pilpres, geopolitik kewilayahan masih sangat berpengaruh dalam meraih kemenangan. "Di sana Pak Amran sangat cocok karena memang telah menjadi representasi Indonesia Timur," lanjutnya.

Dia juga menegaskan dalam beberapa ajang Pilpres sebelumnya, Indonesia Timur menjadi basis suara yang sangat penting dalam menentukan kemenangan para capres dan cawapres.

Baca Juga: 6 Poin Piagam Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Resmi Dukung Anies di Pilpres 2024

"Karena itu, bargaining Pak Amran sangat kuat dan bisa menjadi pertimbangan DPP dalam memutus siapa yang layak mendampingi Pak Anies," tandasnya. 

Sementara itu, Ketua DPW PKS Lampung Ahmad Mufti Salim mengatakan bila terkait siapa sosok yang bakal mendampingi Anies, pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke DPP PKS. "Namun bila diminta usulan, kami pikir sosok seperti Erick Thohir dan Andi Amran Sulaiman menjadi sosok yang pas," katanya.

Baca Juga: Koalisi Perubahan Resmi Deklarasi, Anies Lampaui Presidential Threshold Hingga 28,3 Persen

Ahmad Mufti Salim menambahkan, hal yang patut dipertimbangkan dalam menentukan siapa sosok yang cocok mendampingi Anies adalah sosok yang punya potensi besar dalam meraup suara serta basis teritorial mengingat wilayah Indonesia demikian luas dan memiliki keberagaman suku dan etnis.

"Nah untuk wilayah Indonesia tengah dan timur, saya kita Pak Amran cukup merepresentasi hal tersebut. Apalagi beliau memang merupakan tokoh nasional dan pernah menjabat menteri yang selalu turun ke lapangan. Jadi sudah sangat paham dan mengenal kondisi teritorial ini," katanya.

Baca Juga: Ketika Anies Baswedan Mandatkan Finalisasi Cawapres pada Rabu Kliwon

Ahmad Mufti Salim juga menekankan persoalan chemistry yang cocok antara pasangan ini mengingat persoalan kebangsaan kita ke depan akan semakin dinamis. 

"Karena pemilihan ini merupakan satu paket, jadi sangat dibutuhkan kemampuan sinergi yang kuat, apik dan chemistry yang nyambung," pungkasnya.

Khazanah Islam: Awas! Ini Sederet Posisi Seks yang Dilarang dalam Islam, tapi Nomor 2 Sering Dilakukan

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Konten Jatim dengan Rakyat Merdeka.