Menu


Profil Super Air Jet, Maskapai yang Bikin Heboh Gegara AC Pesawat Mati

Profil Super Air Jet, Maskapai yang Bikin Heboh Gegara AC Pesawat Mati

Kredit Foto: Super Air Jet

Konten Jatim, Depok -

Media sosial sempat digegerkan oleh video yang beredar mengenai pesawat yang mengalami masalah karena AC mati ketika sedang terbang di udara. Pesawat ini rupanya milik maskapai Super Air Jet yang tengah mengudara dari Denpasar menuju Jakarta pada Selasa (21/3/2023).

Peristiwa ini tentunya menjadi pengalaman tidak mengenakan bagi orang-orang yang ikut terbang di dalamnya. Disebutkan kalau penumpang basah kuyup karena keringat dan pastinya merasa kepanasan. Terlebih, matinya AC ini terjadi selama 2 jam.

Maskapai tersebut dengan cepat menjadi perbincangan publik dan banyak orang yang ingin mengetahui profil Super Air Jet. Menyadur laman resmi Super Air Jet dan beberapa sumber lain pada Jumat (24/3/2023), berikut informasi mengenai maskapai Super Air Jet.

Baca Juga: Garuda Indonesia Ubah Harga Tiket Pesawat Haji Menjadi Rp 32,7 Juta 

Profil Super Air Jet

Super Air Jet adalah maskapai penerbangan bertarif rendah yang berbasis di Jakarta, Indonesia, yang memberikan pengalaman perjalanan penerbangan premium dengan konektivitas tinggi, keandalan, dan transportasi dengan harga terjangkau untuk generasi modern.

Dibentuk pada 1 Maret 2021, Super Air Jet kali pertama mengudara pada 1 Agustus 2021 ketika pandemi Covid-19 masih berlangsung. Mereka umumnya menerapkan harga tiket murah agar bisa menyasar mereka yang ingin berpergian di kala pandemi namun dengan harga ekonomis.

Disebutkan kalau Super Air Jet dibiayai oleh pendiri Lion Air Group, Rusdi Kirana. Mulanya, Super Air Jet hanya menyediakan 6 rute penerbangan, yakni  dari Jakarta ke Batam, Medan, Padang, Palembang, Pekanbaru, dan Pontianak.

Namun, per artikel ini dipublikasikan, terdapat 20 rute penerbangan tambahan yang menyasar seluruh wilayah di Indonesia, seperti Lampung, Bengkulu dan Jambi di Sumatera, Semarang, Surabaya dan Solo di Jawa, Balikpapan dan Samarinda di Kalimantan, Makasar dan Manado di Sulawesi serta Kupang dan Lombok di wilayah Nusa Tenggara.

Baca Juga: Pembakaran Pesawat Susi Air di Papua, Wapres: Pembuat Rusuk Dikejar untuk Penegakan Hukum

Adapun jenis pesawat yang dipakai Super Air Jet yakni pesawat merk Airbus A320-200 yang berkapasitas 180 kursi kelas ekonomi

Insiden AC Mati

Pada tanggal 21 Maret 2023, Super Air Jet Penerbangan IU 737 dengan registrasi PK-SAW mengalami gangguan pada sistem pengatur tekanan udara yang menyebabkan AC mati. Akibatnya, pesawat harus dipaksa untuk terbang di ketinggian 10.200 kaki yang semula diminta pada 30.000 kaki.

Pesawat sebenarnya telah diarahkan untuk mendarat di Surabaya, namun pilot tetap melanjutkan penerbangan hingga mendarat di Jakarta. Meskipun mendarat dengan baik, ada beberapa dampak yang dialami penumpang pesawat.

Mereka terperangkap di suhu panas selama 2 jam lamanya tanpa mendapat penjelasan dari pihak pesawat. Sejumlah anak kecil juga tidak bisa diam karena tidak kuasa menahan panas. Banyak dari mereka yang kehausan dan basah kuyup oleh keringat karena suhu panas.

Baca Juga: Pesawat Susi Air Punya Susi Pudjiastuti Diduga Dibakar di Papua Nduga

Buntutnya, pihak Super Air Jet harus melampirkan permohonan maaf dan mereka kemungkinan harus menerima penalti berupa denda dan inspeksi pesawat.

Khazanah Islam: Masuk Daftar Nominator Warisan Budaya Tak Benda, Reog Ponorogo Segera Diakui UNESCO