Menu


Rocky Gerung Sebut PDIP Tak Perlu Urusi Safari Politik Anies

Rocky Gerung Sebut PDIP Tak Perlu Urusi Safari Politik Anies

Kredit Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/tom

Konten Jatim, Jakarta -

Pengamat Politik Rocky Gerung menanggapi pernyataan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto yang menyebut safari politik Anies Baswedan di Surabaya, Jawa Timur, sepi peminat.

Rocky beranggapan PDIP tak perlu berkomentar semacam itu. Sebab menurut dia, partai belambang kepala banteng tersebut seharusnya menyerang Anies dengan beradu gagasan. 

Baca Juga: Rocky Gerung: Megawati Panik Survei Puan Gak Naik-naik

"Kita ingin Anies Itu dikerjain secara konseptual tuh. Jadi kita tagih Anies mau bikin apa dengan IKN, reklamasi, dan potensi perang di Indo Pasifik. Mesti ditanya begitu, jadi enggak usah terpengaruh bawa Anies berkunjung ke Surabaya," kata Rocky Gerung, dikutip dari kanal YouTube-nya, Rabu (22/3/2023).

Filsuf dari Universitas Indonesia ini menilai serangan Hasto terhadap Anies membuktikan bahwa PDIP sebenarnya tak punya gagasa mengenai masa depan Indonesia.

"Kemampuan Hasto untuk melihat celah di dalam rangka pertandingan politik atau duel politik itu enggak ada, karena PDIP sendiri nggak punya gagasan tentang masa depan. Tuh kan intinya," ujarnya.

"PDIP mesti bilang kita nggak peduli dengan Anies. Kita mau supaya Puan itu menuntun kita masuk dalam perdebatan politik dunia. Itu lebih lebih sempurna gagasannya. (Misalnya) PDIP sudah siapkan program tentang desa-desa untuk dimakmurkan kembali. Itu lebih konkrit," jelas dia.

Baca Juga: Getol Serang Anies, Rocky Gerung Sebut Hasto PDIP 'Kebakaran Jenggot'

Lebih lanjut, Rocky Gerung tak menampik bahwa PDIP tengah cemas dengan perkembangan Anies Baswedan. Hal inilah yang membuat Hasto getol melontarkan narasi-narasi yang bersifat negatif.

"PDIP cemas padahal dia punya tiket 20% Anie justru cemas karena dia belum dapat tiket 20%. Kan 20% artinya paket presiden dan calon presiden. Kalau sampai sekarang Anies nggak punya calon presiden, ya nggak mungkin juga diterima oleh KPU buat mendaftar."

Khazanah Islam: Masuk Daftar Nominator Warisan Budaya Tak Benda, Reog Ponorogo Segera Diakui UNESCO