Menu


Ziarah ke Kuburan Orang Tua yang Sudah Meninggal Adalah Bentuk Berbaktinya Anak

Ziarah ke Kuburan Orang Tua yang Sudah Meninggal Adalah Bentuk Berbaktinya Anak

Kredit Foto: Antara/Fikri Yusuf

Konten Jatim, Jakarta -

KH Moch Atiq Fahmi mengatakan bahwa ziarah ke kuburan memiliki sejumlah manfaat bagi umat manusia sebagaimana yang dianjurkan oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam.

Ziarah bisa menjadi nasihat mengenai kehidupan dan kematian yang tak pernah abadi sekaligus menjadi momen bagi kita untuk berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Namun, ada manfaat terpenting lainnya bagi anak-anak yang berziarah ke makam orang tua yang sudah meninggal dunia.

KH Moch Atiq mengatakan bahwa berziarah ke makam orang tua merupakan bentuk berbakti seorang anak kepada orang tuanya.

Baca Juga: Ziarah Kubur Bisa Menjadi Pengingat Akan Hidup Manusia yang Tidak Abadi

“Apalagi kepada orang tua, doa kepada orang tua ini. Walaupun dia sudah meninggal dunia, bagian daripada berbakti kepada orang tua,” ujar KH Moch Atiq.

Disampaikan oleh KH Moch Atiq Fahmi, ternyata orang-orang yang meninggal akan merasa bahwa mereka tengah didatangi atau diziarahi.

 

Pimpinan Pesantren Modern Ar-Risalah itu bahkan mengatakan bahwa orang yang kita ziarahi akan merasa senang.

“Ziarah merupakan segala sesuatu hal yang menjadikan orang yang kita ziarah itu merasa bahagia, merasa senang karena diziarahi oleh keluarganya oleh orang orang yang dicintainya,” kata KH Moch Atiq.

Ketika mereka yang diziarahi bahagia, sudah pasti mereka mengetahui siapa saja yang datang dan berziarah untuk mereka.

“Artinya dia tahu siapa yang hadir, siapa yang datang, siapa yang menziarahinya bahkan mendengar apa yang disampaikannya,” jelas KH Moch Atiq.

Baca Juga: Apa Hukum Berziarah Kubur? Begini Penjelasan KH Moch Atiq Fahmi

KH Moch Atiq mengatakan bahwa ada hadits yang menjelaskan persoalan ini. Hadits itu berbunyi:

Dari Aisyah RA, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Tidakkah seseorang menziarahi kubur saudaranya dan duduk di sisinya melainkan ia mendengarnya dan menjawab perkataannya hingga dia bangkit.”