“Kedua, Ganjar sosok pemimpin yang minim gagasan. Dua tahun ini, kita tidak menemukan gagasan yang bisa kita perjuangkan,” ujarnya.
Baca Juga: Pengamat: Bubarnya Relawan Ganjar Bisa karena Masalah Logistik
Selain itu, loyalitas yang menjadi karakter pemimpin, kata dia tak ada dalam sosok Ganjar.
“Ketiga, pemimpin itu harus punya loyalitas, dan loyalitas itu harus dua arah. Tidak bisa satu arah, nah Ganjar itu tidak punya loyalitas itu,” pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, GP Mania dibuat oleh relawan Jokowi saat pemilihan presiden (pilpres) 2019.
Baca Juga: Soal Masa Jabatan Presiden, Tifatul Sembiring: Cukup Dua Periode, Kasih Kesempatan yang Muda-muda
Pembentukan GP Mania sendiri mulanya dideklarasikan untuk mendukung Ganjar pada pilpres 2024.
Belakangan, ramai dibicarakan di sosial media soal undangan konferensi pers dengan agenda pembubaran GP Mania.
Khazanah Islam: Pujian untuk Ambisi Berkelanjutan, Warta Ekonomi Gelar Indonesia Most Visionary Companies Awards 2024