Menu


Sempat Tuai Kritik Bagi-bagi Migor Sambil Kampanyekan Anak, Zulhas: Kan Belum Jadi Caleg

Sempat Tuai Kritik Bagi-bagi Migor Sambil Kampanyekan Anak, Zulhas: Kan Belum Jadi Caleg

Kredit Foto: ANTARA/Wahyu Putro A

Konten Jatim, Tokoh Politik -

Beberapa waktu lalu Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) pernah menuai kritikan keras karena memanfaatkan jabatan demi mengampanyekan sang anak.

Tepatnya pada 9 Juli 2022, Zulhas membagikan minyak goreng bermerek MinyaKita secara gratis kepada ibu-ibu di Bandar Lampung. Namun setelah membagikan minyak, Zulhas mengampanyekan sang anak, Futri Zulya Savitri.

Baca Juga: PAN Tolak Sistem Pemilu Tertutup, Zulhas: Mestinya Semakin Baik

"10 ribu dapetnya 2 liter... Uangnya dikantongi aja, dikantongi, 10 ribu tuh yang nanggung Futri tuh... Futri," ungkapnya lalu mempersilakan sang anak untuk menunjukkan diri di hadapan ibu-ibu yang hadir, seperti dikutip dari akun Instagram @majeliskopi08.

"Hadirin.. diterima dari Mbak Futri... Tepuk tangan dulu ibu-ibu, gratis!" sambung Zulhas yang lagi-lagi disambut meriah oleh para hadirin. "Tapi nanti milih Futri ya? Oke?"

Peristiwa ini kembali diungkit oleh Deddy Corbuzier ketika berdiskusi dengan Zulhas di podcast Close The Door.

"Tapi Bapak sempat diprotes waktu itu, karena mempromosikan anak," kata Deddy, mengutip Suara,com.

"Oh itu dulu, waktu baru jadi, dua hari baru jadi Menteri Perdagangan itu," jelasnya.

Zulhas tampak tidak terbebani sama sekali kendati saat itu dia menerima kritikan keras. Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai tidak ada yang salah dari aksinya mengampanyekan Futri.

"Sekarang peraturannya boleh. (Karena) sekarang belum ada jadwalnya. Saya ini kan belum jadi caleg," kata Zulhas.

Baca Juga: Puan Maharani Tancap Gas Safari Politik, Teranyar Mau ke Partainya Zulhas

Mantan Ketua MPR RI itu membandingkan safari Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan Erick Thohir ke berbagai wilayah Indonesia.

"Permasalahannya apa? Belum jadi capres kok," imbuh Zulhas.

Hal yang sama juga berlaku untuk aksinya mengampanyekan Futri pertengahan tahun lalu

"Saya berdiri di depan itu, (sambil bilang) 'Saya ingin Deddy jadi calon presiden saya', boleh enggak? Boleh, kan belum jadi calon. (Anak saya) nanti kan baru Oktober jadi calon," terang Zulhas.

Regulasi mengenai kampanye baru berlaku bila calon telah resmi didaftarkan ke lembaga terkait.

Khazanah Islam: Pujian untuk Ambisi Berkelanjutan, Warta Ekonomi Gelar Indonesia Most Visionary Companies Awards 2024

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Konten Jatim dengan Suara.com.