Menu


Menelisik Alasan Kenapa Indonesia Tidak Pernah Juara Piala AFF

Menelisik Alasan Kenapa Indonesia Tidak Pernah Juara Piala AFF

Kredit Foto: PSSI

Konten Jatim, Depok -

Indonesia kembali gagal merengkuh Piala AFF setelah mereka takluk dari Vietnam di semifinal dengan agregat 2-0. Ini memperpanjang deretan kegagalan Indonesia yang tidak pernah juara Piala AFF sejak kali pertama turnamen diselenggarakan pada 1996.

Apa yang menjadi alasan di balik Indonesia yang selalu gagal di turnamen sepak bola terbesar di Asia Tenggara ini? Jika mengacu dari beberapa sumber berbeda pada Rabu (11/1/2023), alasannya bisa dibilang cukup beragam dan memiliki beberapa faktor.

Baca Juga: Kenapa Penangkapan Lukas Enembe Sebabkan Kerusuhan? Ternyata Ini Jawabannya

Faktor dalam lapangan menjadi salah satu alasan yang cukup banyak dibicarakan oleh pundit dan masyarakat. Indonesia kerap melempem ketika harus bertanding di laga terpenting dalam turnamen ini.

Pertandingan melawan Vietnam dalam semifinal Piala AFF 2022 bukan kali pertama Indonesia gagal menunjukkan permainan terbaiknya. Setelah hanya bermain imbang 0-0 di Gelora Bung Karno, mereka takluk 2-0 di Vietnam tanpa perlawanan berarti.

Baca Juga: Kronologi Kasus Korupsi Lukas Enembe: Mulai dari Sakit sampai Sebabkan Kericuhan

2 pertandingan melawan Vietnam ini adalah salah satu dari beberapa pertandingan penting di mana Tim Garuda gagal mempersembahkan permainan terbaik di Piala AFF. Meskipun demikian, ada lebih banyak pundit dan masyarakat yang menyorot faktor lain di balik kegagalan Indonesia di Piala AFF.

Adalah PSSI, lembaga pengurus sepak bola tertinggi di Indonesia, yang dianggap menjadi penyebab terbesar ketidakmampuan Indonesia untuk menguasai sepak bola Asia Tenggara. Dan ada banyak faktor yang melandasi hal ini.

PSSI dianggap tidak berbuat banyak untuk membenahi sepak bola Indonesia sampai ke akarnya. Para pengurus terlihat hanya fokus terhadap jabatan mereka dan tidak memberikan usaha terbaik untuk mengembangkan persepakbolaan Indonesia.

Baca Juga: Profil Lukas Enembe, Gubernur Papua Yang Sebabkan Kerusuhan Pasca Ditangkap KPK

Beberapa bukti sahih dari pernyataan ini yaitu kegagalan dalam mengusut tuntas Tragedi Kanjuruhan, perbaikan sistem liga, pemberdayaan akademi sepak bola sampai peningkatan kualitas pelatih, wasit dan elemen lain dalam sepak bola.

Orang-orang bahkan menganggap pelatih kelas dunia pun tidak akan sanggup mengangkat performa tim nasional (Timnas) jika PSSI tidak mau berbenah. Pun halnya dengan me-naturalisasi pemain terbaik dari negara lain, belum cukup kalau PSSI belum bisa memanfaatkan sumber daya yang ada.

Baca Juga: Kapan Pengumuman Capres PDIP Setelah Megawati Batal Umumkan di Acara HUT?

Khazanah Islam: Awas! Ini Sederet Posisi Seks yang Dilarang dalam Islam, tapi Nomor 2 Sering Dilakukan