Menu


Cak Imin Enggak Mau Pisah dari Prabowo, Kader PKB Bilang Begini: Itu Sesuatu yang Dibenci Allah

Cak Imin Enggak Mau Pisah dari Prabowo, Kader PKB Bilang Begini: Itu Sesuatu yang Dibenci Allah

Kredit Foto: Instagram @cakiminow

Konten Jatim, Jakarta -

Koalisi antara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Gerindra bak kisah asmara yang sedang dilanda cobaan. Ibaratnya, keduanya tak ingin cerai meski cinta bertepuk sebelah tangan.

PKB dan Gerindra mulanya terlihat begitu mesra ketika mengumumkan komitmen berkoalisi di Pilpres 2024 mendatang. Sang Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto mulai menunjukkan kekompakan di Agustus 2022 lalu.

Melihat dari rekam jejaknya, Prabowo Subianto diduga kuat akan maju jadi calon presiden dari koalisi tersebut, sementara Cak Imin digadang-gadang akan jadi cawapresnya.

Baca Juga: NU Terpecah! Gara-gara Cak Imin, Said Aqil dan Gus Yahya Kini Punya Sikap yang Bertolak Belakang soal PKB

Pada mulanya, Cak Imin sudah nampak legowo meski 'ngotot' menjadi cawapres Prabowo. Namun, belakangan harapan itu terguncang karena munculnya isu masuknya Ganjar Pranowo dari PDIP di tengah penentuan pasangan Prabowo-Cak Imin.

"Ya kalau saya nggak di situ (jadi cawapres) ya nggak usah koalisi, ngapain," ucap Cak Imin kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Selasa 13 September 2022 lalu.

Ditambah lagi isu ambisi nyapres Cak Imin yang muncul lagi di tengah panas dingin koalisi tersebut membuat hubungan dua partai tersebut tambah rumit.

"Belum (deklarasi), kita akan duduk berdua karena sampai detik ini masing-masing ngotot jadi capres," ucap Cak Imin di kantor DPP PKB, Cikini, Jakarta Pusat pada Senin (21/11/2022).

Panasnya hubungan antara PKB dan Gerindra yang sama-sama ingin jadi nomor satu pun diperkuat dengan keputusan Cak Imin membentuk komposisi baru.

"Saya bikin komposisi lain," kata Cak Imin ditemui awak media di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Senin (21/11/2022).

Baca Juga: Enggak Peduli Dengan Ketum PBNU, Cak Imin Malah Gaet Mantan Orang Berpengaruh di NU yang Menentang Keputusan Gus Yahya

Meski belum merinci komposisi seperti apa, ini menjadi sinyal Cak Imin ogah kemesraan PKB dengan Gerindra yang belum lama terjalin justru 'dipermainkan'.

"Rahasia, kita lihat nanti," katanya.

Tak Ingin Cerai

Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid, menegaskan bahwa partainya ingin berkoalisi dengan Partai Gerindra untuk Pilpres 2024 sampai menang dan tak ingin bercerai.

PKB-Gerindra tak ingin terganggu dengan adanya isu otak-atik capres-cawapres termasuk soal isu Prabowo Subianto dipasangkan dengan Ganjar Pranowo.

"Jadi ketika PKB bergandeng dengan Gerindra membangun koalisi, PKB tidak punya bayangan untuk bercerai. Kita ingin membangun kekuatan sampai menang," kata Jazilul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/11/2022).

Baca Juga: Panas Dingin Koalisi Gerindra dan PKB, Prabowo-Cak Imin Sama-Sama Ngotot Jadi Capres

Lebih lanjut, ia menegaskan, koalisi yang dibangun dengan Gerindra dilakukan sangat serius dan tidak diharapkan untuk terpecah atau bercerai.

"Kita membangun koalisi yang serius, tidak mikir bercerai karena kalau dalam Islam perceraian itu sesuatu yang sangat dibenci Allah. Jadi kalau sampai bercerai kami dengan Gerindra, ah gak bagus itu," tuturnya.

Perkawinan Paksa?

Merespons adanya hawa panas antara Prabowo dan Cak Imin, pengamat politik Rocky Gerung menyebut bahwa adanya Koalisi Gerindra-PKB memang hasil dari perkawinan paksa. Sehingga jika perkawinan paksa tersebut bubar, bukan sesuatu yang mengejutkan.

"Ya di mana-mana perkawinan paksa itu potensial untuk bubar karena gampang aja itu. Kita tahu bahwa nggak ada perkawinan yang sehat di dalam politik Indonesia," tutur Rocky seperti dikutip Mamagini pada Kamis (24/11/2022) melalui unggahan kanal YouTube Rocky Gerung Official.

Rocky Gerung menilai koalisi Gerindra-PKB terjadi bukan karena adanya sebuah ide, tapi ada kepentingan di antara Prabowo dan Cak Imin.

"Dari awal kita tahu bahwa persepakatan antara Gerindra dan PKB itu persepakatan figur Prabowo dengan Cak Imin dan dua-duanya punya kepentingan," lanjut Rocky.

Baca Juga: Udah Ngotot dari Zaman Jokowi, Cak Imin Ogah Koalisi Bareng Prabowo Jika Dirinya 'Kalah': Enggak Usah Koalisi

Menurutnya, adanya koalisi tersebut bertujuan untuk menaikkan elektabilitas Menteri Pertahanan dan Wakil Ketua DPR Bidang Kesejahteraan Rakyat tersebut.

"Jadi ini bukan kepentingan mematangkan demokrasi tapi ini semacam celah saling cari celah untuk mendongkrak elektabilitas saja itu. Jadi tidak ada ide," kata Rocky.

Khazanah Islam: Awas! Ini Sederet Posisi Seks yang Dilarang dalam Islam, tapi Nomor 2 Sering Dilakukan

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Konten Jatim dengan Suara.com.