Menu


Gak Cuma Disekap, Pasutri Ini Tega Aniaya ART yang Baru Bekerja 5 Bulan Sampai Babak Belur, dari Namanya Aja Kafir!

Gak Cuma Disekap, Pasutri Ini Tega Aniaya ART yang Baru Bekerja 5 Bulan Sampai Babak Belur, dari Namanya Aja Kafir!

Kredit Foto: Istimewa

Konten Jatim, Surabaya -

Baru-baru ini beredar sebuah video amatir yang menampilkan seorang perempuan asisten rumah tangga (ART) dalam kondisi babak belur.

ART itu tampak dalam kondisi babak belur di bagian wajahnya saat berusaha diselamatkan oleh petugas bersama warga setempat pada Sabtu (29/10/2022).

Diketahui, wanita itu bernama Rohimah, warga Garut yang bekerja di Bandung Barat. Sementara kedua majikannya, Yulio Kristiawan (29) dan Loura Francilia (29).

Baca Juga: Bukan Hendra Kurniawan, Ternyata Inilah Polisi Berpangkat Brigjen yang Paksa Adik Brigadir J Tanda Tangan Izin Autopsi

Merespons kejadian itu, pegiat media sosial dengan nama akun @Umar_Hasibuan__ membagikan dua buah gambar yang menampilkan foto pasutri pelaku penganiayaan mengenakan baju tahanan, dan satu lagi foto Rohimah dengan bekas luka lebam di pipi bagian bawah mata kanan dan kirinya.

Melalui twit yang Ia bagikan pada Senin (31/10/2022), Umar merasa miris pada kejadian yang menimpa sang ART.

Padahal, ART itu disebutnya baru berjalan lima bulan bekerja. Namun penyiksaan yang dialaminya sudah berjalan selama tiga bulan.

“Pasutri biadab. ART kerja 5 bulan tp kalian siksa selama 3 bulan sampai lebam gitu matanya. Klu Hakim nanti hukum ringan mrk berdua kita doakan hakimnya ddpt balasan dr Allah. Biadabb kalian berdua. Geram banget lihat mrk ini,” tulisnya.

Terpancing geram, warganet ikut mencaci sang pelaku melalui kolom komentar Umar.

“Jika hakim menghukum ringan Hanya hukuman Allah yg akan menghukum dengan berat Doa orang yg terdzalimi,” tulis akun @Hanjar**.

Hanya karena nama dan fisik yang menciri khaskan salah satu etnis, beberapa warganet lain malah menyinggung identitas etnis kedua pelaku itu.

“China ya? Kenapa ga dibantai saja itu manusia,” tulis @AkhaanZi****.

“Sebelum dipenjara tonjok duku matanya, tuman. Biar ngerasain sakit,” tulis akun @hernaset****.

“Dalam Hati nya... Mereka Menganggap Rendah Pribumi.. Itulah Karakteristik Mereka,” tulis @moro*****.

“Dari nama pelakunya jelas Kafir!,” tulis @Dedipit****.

“Kalo nggak punya uang buat bayar ART, jangan so?2;an, pake ART, kalo ujung?2; nya x an menyiksa mereka,” tulis @Senja*****.

Khazanah Islam: Masuk Daftar Nominator Warisan Budaya Tak Benda, Reog Ponorogo Segera Diakui UNESCO