Menu


Ajak Masyarakat Lestarikan Wayang, Ini Wejangan Khofifah

Ajak Masyarakat Lestarikan Wayang, Ini Wejangan Khofifah

Kredit Foto: Wikimedia Commons/Faiz Attariqi

Konten Jatim, Surabaya -

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat untuk terus melestarikan budaya, termasuk wayang. Pasalnya, salah satu seni pertunjukan tradisional ini sarat dengan filosofi kehidupan. 

Wayang pun telah mendapat peringkat dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda UNESCO untuk kategori Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity dengan judul The Wayang Puppet Theater pada 4 November 2008.

"Wayang sudah mendapat penghargaan dari UNESCO sebagai warisan budaya tak benda. Banyak filosofi kehidupan yang bisa dinarasikan melalui wayang, maka mari kita lestarikan," kata Khofifah saat menghadiri Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka Hari Jadi ke-78 Provinsi Jawa Timur, di Alun-alun Ponorogo, dilansir laman Kominfo Jatim.

Kegiatan yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Timur (Bakesbangpol Jatim) ini berlangsung dari Sabtu (18/11/2023) pukul 19.00 WIB malam dan berakhir pada Minggu (19/11/2023) dini hari. 

Pagelaran Wayang Kulit ini menghadirkan dalang Ki Rudianto atau Rudi Gareng dari Blitar yang membawakan lakon Wahyu Manikmoyo. Acara juga dimeriahkan oleh penampilan pelawak Cak Kirun dan Marwoto. 

Wayang ini menceritakan Batara Guru dari kahyangan yang akan memberikan anugerah kepada manusia berupa kebahagiaan dan kedamaian melalui Puntadewa.

Mengutip laman resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI, Wayang Wetan atau Wayang Jawa Timuran memiliki empat gaya pewayangan yang berbeda, yaitu: Gaya Trowulan, Gaya Ngawi-Nganjuk, Gaya Banyuwangi, dan Gaya Surabaya-Jombang-Mojokerto. 

Keempat gaya ini pada dasarnya hampir sama satu sama lain, namun memiliki sedikit perbedaan pada cara dalang memainkan dan menceritakan lakon.

Kemendikbudristek RI juga mencatat tujuh alasan Wayang menjadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO.

Mulai dari kedalaman sejarah, mengandung nilai-nilai budaya dan moral, keragaman budaya, penting dalam upacara dan ritual, peningkatan identitas nasional, pembawa pesan pendidikan, hingga pembawa identitas budaya Indonesia di mata dunia.

Khazanah Islam: Pujian untuk Ambisi Berkelanjutan, Warta Ekonomi Gelar Indonesia Most Visionary Companies Awards 2024



Berita Terkait