Menu


Terus Selidiki Dugaan Korupsi Formula E, KPK: Pure, Tak Ada Kaitannya dengan Apapun

Terus Selidiki Dugaan Korupsi Formula E, KPK: Pure, Tak Ada Kaitannya dengan Apapun

Kredit Foto: Instagram/Formula E

Konten Jatim, Jakarta -

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bahwa pihaknya akan terus mengusut dugaan praktik korups dalam pelaksanaan Formula E 2022 di DKI Jakarta. Penanganan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan.

"Masih penyelidikan. (Saat ini) sedang dilakukan penyelidikan," kata Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur, mengutip Republika, Rabu (28/6/2023).

Baca Juga: Ada Isu Anies Baswedan Jadi Tersangka KPK Usai Pulang Haji, Habib Umar Alhamid: Jokowi Gali Kuburannya Sendiri

Asep menjelaskan, KPK tetap melakukan penyelidikan meskipun salah satu pihak terkait, yaitu eks Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang pernah dimintai keterangan mengenai kasus ini, sedang maju sebagai capres dalam Pemilu 2024.

Menurut Asep dalam menangani dugaan korupsi penyelenggaraan ajang balap mobil listrik ini, KPK tidak terpengaruh dengan kepentingan apapun, termasuk isu pencapresan.

"Penanganan tindak pidana di sini (KPK) tidak terkait dengan apapun. Jadi kita pure (murni) menangani tanpa terganggu masalah lain," jelasnya.

"Jadi kita nangani, ya, nangani saja, tidak ada kaitannya dengan apapun," tambahnya.

Baca Juga: Pungli di Rutan KPK Dilakukan ke Puluhan Korban, Pemeriksaan Tak Akan Terbatas pada Temuan Dewas

Sebagai informasi, KPK sudah meminta keterangan berbagai pihak guna mengusut kasus Formula E. Mereka adalah mantan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S Dewa Broto, Penasihat Kemenparekraf Dino Patti Djalal, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi, Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia Anggara Wicitra Sastroamidjojo, dan eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

Khazanah Islam: Awas! Ini Sederet Posisi Seks yang Dilarang dalam Islam, tapi Nomor 2 Sering Dilakukan

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Konten Jatim dengan Republika.