Menu


Pengamat Nilai Jokowi Main Dua Kaki dengan Duetkan Prabowo-Erick Thohir

Pengamat Nilai Jokowi Main Dua Kaki dengan Duetkan Prabowo-Erick Thohir

Kredit Foto: Antara/Muchlis Jr - Biro Pers Setpres/hma

Konten Jatim, Jakarta -

Presiden Joki Widodo (Jokowi) belum lama ini terlihat akrab dengan Prabowo Subianto dan Erick Thohir saat FIFA match day Timnas Indonesia vs Argentina di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), pada Senin 19 Juni. Banyak yang menilai bahwa itu menjadi sinyal kuat Jokowi mendorong Prabowo-Erick.

Analis politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Adi Suryadi Culla mengatakan paket itu sangat mungkin. Prabowo dan Erick sama-sama orang dekat dengan Jokowi.

Baca Juga: Soal Satu Gerbong Kereta Bareng Jokowi-Megawati, Mimpi Benar atau Cuma Angan-angan SBY?

"Pasti ada restu yang bisa diperoleh jika kedua figur ini akhirnya menjadi tandem politik Pilpres 2024. Karena, Jokowi pasti punya kepentingan," kata Adi, mengutip fajar.co.id, Kamis (22/6/2023).

Jokowi dinilai butuh orang dekat karena ia ingin seluruh programnya dilanjutkan. Menurut Adi, itu sudah jelas dari bahasa politik Jokowi.

Baik yang tersirat maupun tersurat yang disampaikan bahwa ia mengingkan "all president man" bahwa kontestan itu adalah orang-orang yang dekat dengan presiden. Yang bisa menjamin masa depan Jokowi pasca Pilpres.

"Juga program pembangunan seperti IKN dan proyek infrastruktur lainnya," katanya.

Skenario itu juga sangat menguat dengan sikap Jokowi yang cawe-cawe. Jadi siapapun terpilih Ganjar atau Prabowo sama-sama menguntungkan Jokowi.

"Jadi Jokowi saya kira memang sedang main dua kaki karena dia memiliki senjata semacam pedang bermata dua. Dua-duanya dekat. Cawapres juga sudah bisa diproyeksi," ujarnya.

Jadi memang kata dia, dukungan Jokowi saat ini itu tidak hanya ke Ganjar, tetapi juga terhadap Prabowo. Jadi peluang untuk peluang itu sangat besar sekali potensinya.

"Apalagi mereka duduk bersama. Itukan diindikasikan simbol politik yang bisa ditafsirkan bahwa kedua pihak itu didorong oleh Jokowi berpasangan," katanya.

Apalagi, Erick sudah punya modal partai dari PAN yang sudah menawarkan. Karena, yang paling tidak dibutuhkan adalah dukungan parpol. Itu modal yang sangat dibutuhkan.

Selain itu, Erick memang sudah punya tingkat keterpilihan yang kuat. Dia salah satu figur dari berbagai survei yang kuat. Sehingga jika berpaket, akan memberikan keuntungan bagi Prabowo.

Bagaimana dengan Ketua PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin? Menurut Adi, yang dibutuhkan memang partai agar cukup. Namun, jika dibandingkan, tingkat pemilihan dan elektabiltas maka akan lebih berpeluang Erick daripada Cak Imin.

"Cuma keuntungannya punya partai. Tapi pada akhirnya Cak Imin juga akan sangat tergantung pada dukungan Jokowi. Sehingga saya kira sikap Cak Imin akan cair. Jokowi akan bermain dan akan menentukan dibelakang panggung," pungkasnya. 

Khazanah Islam: Pujian untuk Ambisi Berkelanjutan, Warta Ekonomi Gelar Indonesia Most Visionary Companies Awards 2024

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Konten Jatim dengan Fajar.