Menu


Menjauhi Taqshir dan Ghuluw Termasuk Bagian dari Tauhid!

Menjauhi Taqshir dan Ghuluw Termasuk Bagian dari Tauhid!

Kredit Foto: Unsplash/Nega

Konten Jatim, Jakarta -

Taqshir ialah perilaku mengurangi atau meninggalkan sesuatu karena lalai atau kurang perhatian terhadap hal tersebut. Tahukah kamu, menjauhi taqshir termasuk tauhid?

Mengutip PWMU, tauhid menghendaki posisi kita setara sehingga tak ada yang lebih di atas maupun lebih di bawah. Saat kita menyebut ada orang yang lebih di atas kita, secara perlahan kita mengangkat orang itu menjadi Tuhan.

Saad Ibrahim MA dalam Pengajian Ramadhan Mugeb Schools sempat menyebut, ada istilah taqshir dan ghuluw dalam konteks beragama. 

Baca Juga: Apa Itu I'tiqadiyah? Mengenal Landasan Keimanan dalam Islam

“Di dalam konteks beragama di dalam Islam itu tidak ada al-ghuluw, tidak ada at-taqshir. Al-ghuluw itu beragama yang melebih-lebihkan, sedangkan at-taqhsir itu beragama yang mengurang-ngurangi.”

Menurut Saad, umat Islam di dalam Al-Qur’an disebut sebagai ummatan wasathan alias umat pertengahan. Ia pun mengutip surat al-Baqarah ayat 143:

Baca Juga: Apa Itu Taqshir? Ini Penjelasan dalam Pengertian Berbeda

وَكَذٰلِكَ جَعَلْنٰكُمْ اُمَّةً وَّسَطًا لِّتَكُوْنُوْا شُهَدَاۤءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ عَلَيْكُمْ شَهِيْدًا ۗ 

“Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ‘umat pertengahan’ agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.”

Saad menyebut, dalam ayat tersebut dikatakan ummatan wasathan dalam konteks beragama, kita tak melakukan ghuluw maupun taqshir.

Baca Juga: Apa Itu Tabi’ut Tabi’in? Generasi Muslim Terbaik Ketiga dalam Sejarah

Menurut Saad yang mengutip pernyataan mufasir Abu Ja’far Ath-Thabari dalam tafsirnya, yang melakukan ghuluw ialah orang Nasrani, yakni menempatkan Nabi Isa sebagai Tuhan.

“Nabi Isa yang kita percayai sebagai nabi, tapi orang Nasrani mengangkat sebagai Tuhan, maka inilah al-ghuluw. Jadi tidak boleh kita ngangkat yang seperti itu,” terangnya.

Dalam bertauhid, Saad mengingatkan agar tidak melakukan taqshir. Contohnya, seperti yang dilakukan oleh orang Yahudi yang meyakini Nabi Isa bukanlah Nabi, bahkan menyebut lahir dari hasil perzinahan.

Baca Juga: Apa Itu Mukalaf? Pengertian dan Tanggung Jawab sebagai Muslim

“Nah kita wasathan, tidak dilebihkan dalam konteks al-ghuluw, juga tidak menghinakan dalam konteks at-takhsir. Karena itu kaitannya dengan tauhid tadi, hanya Allah yang ada di atas kita, sedangkan eksistensi kita adalah di bawah Allah,” terangnya.