Menu


Tetap Doyan Maksiat Meski Sudah Tobat, Apa yang Salah? Begini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Tetap Doyan Maksiat Meski Sudah Tobat, Apa yang Salah? Begini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Kredit Foto: Pexels/Ali Arapo?lu

Konten Jatim, Jakarta -

Manusia memang gudangnya salah dan dosa. Tak ada manusia yang benar-benar bersih dari dosa sehingga umat Islam selalu diajarkan untuk berdoa dan memohon ampun.

Jika dosa yang diperbuat sudah menjalar ke maksiat, maka yang perlu dilakukan adalah bertobat dan terus bertobat. Namun, apa jadinya jika sudah bertobat, tetapi tak ada yang berubah?

Ustaz Adi menjelaskan bahwa ada kesalahan dari manusia itu sendiri mengapa tobatnya tetap membawa dirinya kepada jalan-jalan menuju maksiat.

Hal ini rupanya terjadi karena ketidaksungguhan orang tersebut dalam bertobat. Padahal, kunci bertobat diterima adalah bersungguh-sungguh.

“Salahnya tobatnya tidak serius,” kata Ustaz Adi.

Maka, dijelaskan surat An-Nisa ayat 17 yang berbunyi:

إِنَّمَا ٱلتَّوْبَةُ عَلَى ٱللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلسُّوٓءَ بِجَهَٰلَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِن قَرِيبٍ فَأُو۟لَٰٓئِكَ يَتُوبُ ٱللَّهُ عَلَيْهِمْ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Innamat-taubatu 'alallāhi lillażīna ya'malụnas-sū`a bijahālatin ṡumma yatụbụna ming qarībin fa ulā`ika yatụbullāhu 'alaihim, wa kānallāhu 'alīman ḥakīmā

Artinya: Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Ustaz Adi pun menjelaskan bahwa Allah hanya akan menerima tobat yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh, bukan dengan hanya rasa ingin bertobat.

“Allah hanya akan menerima orang tobat yang sungguh-sungguh, yang saat sadar dia salah, dia segera bertobat,” jelas Ustaz Adi.