Menu


Usai Diperiksa Polisi, Fakta Baru Terkuak: Ibu Peneliti BRIN AP Hasanuddin Ternyata Warga Muhammadiyah

Usai Diperiksa Polisi, Fakta Baru Terkuak: Ibu Peneliti BRIN AP Hasanuddin Ternyata Warga Muhammadiyah

Kredit Foto: Fajar.co.id

Konten Jatim, Jakarta -

Ada fakta baru yang terkuak usai peneliti BRIN Andi Pangerang (AP) Hasanuddin melakukan pengancaman pembunuhan terhadap warga Muhammadiyah gara-gara beda penentuan Hari Raya Idul Fitri.

Andi memenuhi panggilan polisi di Polres Jombang pada Selasa (25/4/2023) buntut unggahannya di media sosial. Ia datang pada Selasa siang sekitar pukul 13.o0 WIB dan selesai diperiksa sekitar pukul 15.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKB Aldo Febrianto mengatakan, saat pemeriksaan itulah terungkap bahwa, ibu kandung dari Andi Pangerang ternyata juga seorang warga Muhammadiyah.

Baca Juga: Bikin Gaduh Warga Muhammadiyah, DPR Desak Jokowi Bubarkan BRIN

"Ibunya juga seorang Muhammadiyah ternyata, tadi dia (Andi) sempat dimarahin ibunya juga," kata Aldo.

Saat diperiksa, kata Aldo, Andi bersikap kooperatif dan mengakui kesalahannya dan mengaku khilaf. Sementara terkait pemeriksaan itu, status Andi masih sebagai saksi.

Sebelumnya, Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah resmi melaporkan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang Hasanuddin ke Bareskrim Polri, Jakarta pada Selasa (25/4/2023). Beberapa pengurus Muhammadiyah di daerah juga melapokan Andi ke polisi, termasuk ke Polres Jombang, di mana Andi berdomisili.

Pelaporan itu terkait dugaan tindak pidana fitnah, pencemaran nama baik dan ujaran kebencian.

Baca Juga: Fadel Muhammad Prihatin Terkait Ancaman Pembunuhan yang Dilakukan Peneliti BRIN Kepada Jemaah Muhammadiyah  

Laporan polisi tersebut terdaftar dengan nomor LP/B/IV/2023/SPKT/Bareskrim Polri, tanggal 25 April 2023, dengan pelapor Nasrullah selaku Ketua Bidang Hukum dan HAM Pemuda Muhammadiyah.

Khazanah Islam: Pujian untuk Ambisi Berkelanjutan, Warta Ekonomi Gelar Indonesia Most Visionary Companies Awards 2024

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Konten Jatim dengan Suara.com.