Menu


Isu Timnas Israel akan Terus Digoreng Publik untuk Serang Ganjar

Isu Timnas Israel akan Terus Digoreng Publik untuk Serang Ganjar

Kredit Foto: Antara/Aji Styawan

Konten Jatim, Jakarta -

Pengamat Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno mengatakan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi sosok yang paling 'dirujak' warganet (netizen) di sosial media usai Indonesia dicoret FIFA sebagai tuan rumah Piala Dunia U20

Namun, apakah sentimen negatif warganet ini berpengaruh kepada elektabilitas Ganjar yang selalu memimpin dalam survei berkaitan Pilpres 2024, masih harus dibuktikan dengan data.

Baca Juga: Ganjar Turut Andil dalam Pembatalan Piala Dunia di RI, Jokowi Diprediksi Pindah Dukung Prabow

"Saya tak mau berspekulasi. Apakah rujakan netizen dan sentimen negatif di media itu automatically berkoherensi dengan turunnya elektabilias Ganjar. Harus ada survei untuk mengukur itu semua. Tak bisa hanya berdasarkan asumsi atau praduga umum," ujar Adi dalam keterangannya kepada Republika, Jumat (31/3/2023).

Meski demikian Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia ini menilai, biasanya secara umum sentimen negatif berkolerasi positif dengan turunnya elektabilitas. "Tinggal diukur apakah turunnya signifikan atau tipis saja," ujarnya.

Hanya saja, Adi mengingatkan masyarakat Indonesia adalah tipe pemilih yang cepat lupa. Sehingga sentimen negatif semacam ini bersifat sesaat.

"Pemilih kita cepat lupa dan mudah memaafkan. Sentimen negatif semacam itu kadang hanya meletup sesaat saja. Yang jelas ini akan jadi gorengan politik untuk terus nyerang Ganjar," ujarnya.

Adi mencontohkan berbagai sentimen publik kepada tokoh maupun partai politik yang nyatanya tidak berpengaruh kepada keterpilihan saat pemilu. Mulai dari Golkar yang dinilai sebagai perpanjangan era Orba nyatanya Golkar menang pileg 2004, kemudian PDIP pada pemilu 2014 dan 2019 lalu dituding tidak ramah terhadap umat Islam, tetapi menang pileg dan pilres dua kali beruntun.

Begitu juga, Prabowo dan Gerindra yang sempat diprediksi terjun bebas setelah berkoalisi dengan Pemerintahan Presiden Joko Widodo, nyatanya tetap masuk dua besar survei. Selain itu, ada juga Ketua Umum dan Sekjen Golkar serta PPP yang berurusan dengan KPK pada waktu lalu, tetapi hasil pilegnya Golkar runner up perolehan suara di Senayan dan PPP lolos ke Senayan.

"Itu kejadian politik di kita. Betapa pendeknya memori pemilih. Apakah peristiwa politik lampau itu akan berlaku pada Ganjar masa mendatang. Atau malah sebaliknya. Waktu dan kerja politik yang bisa jawab," ujarnya.

Baca Juga: Jadi Kambing Hitam Masyarakat, Begini Prediksi Elektabilitas Ganjar

Adi menyebutkan, ramainya aktivitas di medsos dan gemuruhnya pemberitaan media sering berbeda dengan realitas politik hasil pemilu. Sebab, kata dia, masalah yang terjadi di permukaan hanya sesaat dan isunya lekas berganti. Sementara, penentunya adalah meyakinkan pemilih jelang pencoblosan.

"Apalagi, banyak yang agresif di medsos tak ke TPS saat pemilu, hanya ramai di medsos seakan-akan dunia sudah ditaklukkan," ujarnya.

Khazanah Islam: Pujian untuk Ambisi Berkelanjutan, Warta Ekonomi Gelar Indonesia Most Visionary Companies Awards 2024

Tampilkan Semua Halaman

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Konten Jatim dengan Republika.