Menu


Terima Timnas Israel, Yenny Wahid: Janganlah Mereka Ikut Dihukum Karena Kebijakan Pemerintahnya

Terima Timnas Israel, Yenny Wahid: Janganlah Mereka Ikut Dihukum Karena Kebijakan Pemerintahnya

Kredit Foto: Instagram/Anies Baswedan

Konten Jatim, Jakarta -

Putri almarhum Gus Dur, Yenny Wahid tidak menolak timnas Israel bermain di Piala Dunia U-20 Indonesia asalkan ada syarat yang harus dipenuhi. 

"Menurut saya, kalau Indonesia ingin mengizinkan Tim Israel untuk bertanding, ya, harus ada syarat-syaratnya," ujar Yenny dalam keterangan tertulisnya berjudul "Jangan Hukum Para Atlet" melalui Instagram terverifikasinya, seperti dikutip di Jakarta pada Rabu (29/3/2023).

Baca Juga: Yenny Wahid Sebut Israel Bisa Tanding di Indonesia, Asal Ada Syaratnya

Syarat tersebut adalah Israel harus berhenti menghambat klub sepak bola Palestina atau pemainnya untuk bertanding. Menurut Yenny, ini syarat yang cukup adil. "Bagaimanapun, prinsip aksesibel dan inklusif yang diusung FIFA, harus betul-betul diterapkan tanpa kecuali," tegas dia.

Yenny yang merupakan Direktur Wahid Foundation menerangkan bahwa Palestina pun telah berlaku adil. Dalam hal ini, dia merujuk pada momen 2015, ketika Ketua Federasi Sepakbola Palestina, Jibril Rajoub pernah mendesak agar FIFA melarang keanggotaan Israel.

"Tapi lalu Rajoub mencabutnya, tahu mengapa? Sebab Federasi Sepak Bola Israel setuju terhadap sejumlah poin yang diajukan Rajoub, di antaranya adalah terkait kebebasan bergerak bagi para pemain sepak bola Palestina," cerita Yenny.

Peristiwa ini terjadi di kongres ke-65 FIFA di Zurich dan hampir 90 persen peserta kongres mendukung usulan tersebut. Yenny kemudian mempertanyakan larangan FIFA terhadap atlet Rusia. Dia justru melihat standar ganda FIFA sebab prinsip ekuitas dan inklusivitas tidak diberlakukan setara untuk semua.

"Saya sendiri, sebagai Ketua Umum salah satu cabang olahraga, sedang memperjuangkan Rusia agar bisa ikut bertanding di kejuaraan dunia lagi," tutur dia.

Yenny juga menegaskan bahwa olahraga harus dibebaskan dari kepentingan politik dan oleh karenanya kepesertaan harusnya dibuka untuk atlet dari negara mana pun.

Baca Juga: Pertimbangkan Tokoh NU, Khofifah dan Yenny Masuk ke Bursa Cawapres Anies

"Bagaimanapun, para atlet tidak ikut merancang kebijakan luar negeri negaranya. Dunia mereka hanya olahraga. Janganlah mereka ikut dihukum untuk tidak boleh bertanding karena kebetulan pemerintahnya menganut kebijakan yang kontroversial," kata Yenny.

"Bebaskan para atlet untuk fokus pada upaya meraih prestasi," tanda dia.

Khazanah Islam: Masuk Daftar Nominator Warisan Budaya Tak Benda, Reog Ponorogo Segera Diakui UNESCO

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Konten Jatim dengan Republika.