Menu


Singgung Tragedi Bom Bali, PDIP Dukung Sikap Gubernur Koster Tolak Israel di Piala Dunia U-20

Singgung Tragedi Bom Bali, PDIP Dukung Sikap Gubernur Koster Tolak Israel di Piala Dunia U-20

Kredit Foto: Antara/Aditya Pradana Putra

Konten Jatim, Jakarta -

PDIP mendukung langkah yang diambil Gubernur Bali Wayan Koster yang menentang kehadiran tim nasional (timnas) Israel di Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia.

Menurut Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Koster sudah mengambil jalan yang benar.

Hasto menuturkan, penolakan Koster terhadap timnas Israel U-20 itu dalam rangka menyelamatkan warga Bali itu sendiri. Ia menyinggung tragedi bom Bali yang terjadi pada 12 Oktober 2002.

Baca Juga: Ganjar dan Gubernur Bali Tolak Israel di Piala Dunia U-20, PDIP Sebut Cermin Suara Kemanusiaan

Menurutnya, apabila Koster menyetujui kedatangan timnas Israel, bisa saja hal ini dijadikan isu dan dipermasalahkan oleh kelompok ekstrem kanan, dan berakhir pada warga Bali sendiri yang menjadi korban.

"Apa yang disampaikan oleh Pak Koster yang menyelamatkan Bali, karena dengan adanya pertandingan itu, sekiranya Israel dengan tindak antikemanusiaan kita biarkan hadir, ini juga memunculkan suatu gerakan-gerakan kelompok-kelompok ekstrim kanan yang bisa menggunakan isu itu," ujar Hasto dari kanal YouTube Zulfan Lindan Unpacking Indonesia, dikutip Konten Jatim pada Rabu (29/3/2023).

"Bali punya pengalaman buruk dengan Bom Bali. Dan ketika sudah berkaitan dengan security, Pak Koster bertindak tegas di dalam rangka menyelamatkan Bali," tambahnya.

Dalam video perbincangan dengan Zulfan Lindan, Hasto tegas mengatakan bahwa PDIP komitmen untuk memerangi segala bentuk penjajahan di atas muka bumi, seperti amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Penolakan PDIP terhadap Israel itu dengan melihat berbagai perspektif yang ada, termasuk perspektif kemanusiaan, historis, dan konstitusi.

"Itu cermin kesadaran terhadap aspek-aspek historis, cermin kesadaran darah perintah konstitusi, bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, apalagi kalau kita melihat sejarah perjuangan dari Bung Karno," sambungnya.

Baca Juga: PDIP Akui Sudah Lama Tolak Kedatangan Timnas Israel, Bahkan Pernah Lobi ke Jokowi

Diketahui, penolakan timnas Israel U-20 berbuntut panjang. Penolakan Israel yang paling mencuri perhatian yakni dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Bali Wayan Koster.

Hal ini berimbas pada Indonesia yang bisa menerima hukuman terberat dari FIFA yakni pembekuan sepakbola secara keseluruhan.

Wayan Koster dan Ganjar sendiri sebelumnya sudah mengungkapkan alasan mereka menolak kedatangan timnas Israel sebagai bentuk dukungan kemerdekaan Palestina sesuai amanat presiden RI pertama, Soekarno.

Meskipun belakangan, Dubes Palestina sudah mengkonfirmasi tidak mempermasalahkan kedatangan timnas Israel di Piala Dunia U-20.

Penolakan Israel ternyata tak muncul dari Ganjar dan Koster sebagai individu, melainkan juga datang dari partai yang menaungi mereka, PDI Perjuangan (PDIP).

Khazanah Islam: Pujian untuk Ambisi Berkelanjutan, Warta Ekonomi Gelar Indonesia Most Visionary Companies Awards 2024