Menu


PDIP Ungkit Komitmen Soekarno untuk Tolak Timnas Israel, Rocky Gerung: Bung Karno Ajarkan Anti-Imperialisme, bukan Anti-Sepak Bola

PDIP Ungkit Komitmen Soekarno untuk Tolak Timnas Israel, Rocky Gerung: Bung Karno Ajarkan Anti-Imperialisme, bukan Anti-Sepak Bola

Kredit Foto: YouTube/Geolive

Konten Jatim, Jakarta -

Pengamat politik Rocky Gerung menanggapi soal kader PDI Perjuangan (PDIP) yang menggunakan alasan komitmen Bung Karno untuk menolak kedatangan Timnas Israel ke Indonesia. 

Menurut Rocky Gerung, penggunaan alasan komitmen Soekarno sebenarnya di luar konteks. Hal tersebut dikarenakan Bung Karno mengajarkan soal anti-imperialisme, bukan anti sepak bola. 

Baca Juga: Kader PDIP Tolak Kedatangan Timnas Israel, Rocky Gerung: Cari Keuntungan Politik dengan Mengomentari

"Apalagi kalau PDIP pakai argumen 'kan Bung Karno ajarin gitu' apa ajaran Bung Karno? Bung Karno ajarin anti-imperialisme, bukan anti-sepak bola. Ini kan timnas muda juga, U-20," ujar Rocky Gerung, mengutip video yang diunggah di kanal YouTube Rocky Gerung Official, Senin (27/3/2023). 

Selain itu, menurut Rocky juga permasalahan sepak bola ini diserahkan kepada PSSI atau ketuanya, yaitu Erick Thohir. Bukan pihak di luar PSSI yang tidak ada hubungannya dengan sepak bola. 

"Balikin aja ke Erick Thohir kalau soal ginian ngapain mesti disorong ke sana, sehingga Gubernur sana ngomong ini, gubernur sana bicara," ujar Rocky Gerung. 

Sebelumnya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Bali I Wayan Koster menolak kedatangan Timnas Israel di Indonesia untuk berlaga di Piala Dunia U-20. 

Dua gubernur tersebut sama-sama kader PDIP. Banyak warganet yang melihat sikap Ganjar dan Wayan Koster adalah usaha untuk menaikkan elektabilitas PDIP. 

Padahal Israel sudah dinyatakan lolos Piala Dunia U-20 sejak Juli 2022. Israel memastikan tiket Piala Dunia usai mengunci status sebagai finalis Piala Eropa U-19.

Penolakan kedatangan Israel ke Indonesia berimbas pada pembatalan drawing peserta grup Piala Dunia U-20 yang dijadwalkan diselenggarakan di Bali pada 31 Maret 2023.

Khazanah Islam: Masuk Daftar Nominator Warisan Budaya Tak Benda, Reog Ponorogo Segera Diakui UNESCO