Menu


Anies Baswedan Sebut Ada Menko Ingin Ubah Konstitusi, Politisi Demokrat: Biasa Terjadi di Negara-Negara Otoriter

Anies Baswedan Sebut Ada Menko Ingin Ubah Konstitusi, Politisi Demokrat: Biasa Terjadi di Negara-Negara Otoriter

Kredit Foto: PKS

Konten Jatim, Jakarta -

Dalam suatu kesempatan, bakal calon presiden (bacapres) Anies Baswedan ada menteri koordinasi (Menko) yang ingin mengubah konstitusi. 

Merespons hal itu, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Benny K Harman angkat suara. Ia menyebut hal yang dikatakan Anies hanya ada di negara-negara otoriter.

Baca Juga: Sebut Ada Menko Ingin Ubah Konstitusi, Anies Baswedan: Ini yang Harus Dilawan

“Kemungkinan seperti ini bisa terjadi dan umumnya terjadi di negara-negara otoriter,” ungkapnya, mengutip fajar.co.id, Jumat (17/3/2023).

Anggota DPR RI ini mengatakan, di negara otoriter, konstitusi diubah. Salah satunya untuk tunda Pemilihan Umum (Pemilu).

“Konstitusi diubah untuk tunda Pemilu, perpanjang masa jabatan presiden, dan melanggengkan kekuasaan,” jelasnya.

Lanjut Benny, ia berharap kondisi yang mengindikasikan negara otoriter itu tidak terjadi di Indonesia.

Khazanah Islam: Pujian untuk Ambisi Berkelanjutan, Warta Ekonomi Gelar Indonesia Most Visionary Companies Awards 2024

Tampilkan Semua Halaman

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Konten Jatim dengan Fajar.