Menu


PPP Mesra dengan PDIP, Nasib KIB di Ujung Tanduk

PPP Mesra dengan PDIP, Nasib KIB di Ujung Tanduk

Kredit Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat

Konten Jatim, Jakarta -

Pengamat politik yang juga mantan Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar, menyoroti keakraban PDI Perjuangan (PDIP) dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

Kedua partai politik ini tengah melakukan penjajakan untuk bekerja sama di Pilpres 2024. Kemesraan PDIP dengan PPP diharapkan bisa mengulang keberhasilan Mega-Hamzah pada 2001 silam. 

Baca Juga: PPP Bertekad Kembalikan Tradisi, Hadir Bersama Para Kiai

"Sementara itu juga kita lihat ada dinamika yang sangat menarik yaitu KIB. PPP sudah didekati oleh PDIP. Dan ya mereka berbicara dan kemungkinan-kemungkinan untuk berkoalisi," kata Musni Umar, dikutip dari saluran Youtube-nya, Selasa (14/3/2023).

"Kemudian dilihat jejak masa lalu pernah Hamzah Haz menjadi cawapresnya Megawati Soekarnoputri," lanjutnya.

Musni menilai, hubungan PDIP dan PPP  bisa mengganggu soliditas Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terdiri dari PPP, Partai Golkar, dan Partai Amanat Nasional (PAN). Menurutnya, KIB berpotensi bubar jika kedua parpol tersebut resmi bekerja sama mengingat Golkar ingin mengusung Airlangga Hartarto sebagai capres.

Baca Juga: PBB Diajak PPP Masuk KIB `Plus-Plus'

"Dan itulah yang terjadi. Ada sejarah pernah mereka bersama-sama, dan mengapa pemilu 2024 tidak kembali bersama. Kira-kira kayak begitu. Kalau itu terjadi, maka nasib KIB itu akan gugur," ujarnya.

"Karena tidak mungkin Airlangga mencalonkan dirinya sendiri karena Partai Golkar tidak cukup suara 20 persen untuk mengusung calon sendiri. Jadi salah satunya partai politik yang bisa mengusung calon presiden dan calon wakil presiden adalah PDIP."

Khazanah Islam: Pujian untuk Ambisi Berkelanjutan, Warta Ekonomi Gelar Indonesia Most Visionary Companies Awards 2024