Menu


Profil Agus Jabo Priyono, Ketum Partai Prima Dalang Penundaan Pemilu

Profil Agus Jabo Priyono, Ketum Partai Prima Dalang Penundaan Pemilu

Kredit Foto: Rakyat Merdeka/Istimewa

Konten Jatim, Depok -

Agus Jabo Priyono adalah Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (Partai Prima) yang pada Kamis (3/3/2023), memperoleh kemenangan gugatan atas Komisi Pemilihan Umum (KPU) setelah partai politik (Parpol) usungannya gagal lolos ke Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Gugatan Partai Prima yang disampaikan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat ini membuat KPU harus membayar denda kepada Partai Prima dan yang terburuk, dilarang melanjutkan persiapan Pemilu, berpotensi menunda kegiatan 5 tahunan ini.

Seperti apa sosok yang menjadi dalang penundaan Pemilu ini? Berikut profil Agus Jabo Priyono, melansir Suara.com dan beberapa sumber lain pada Jumat (3/3/2023).

Baca Juga: Profil Partai Prima Yang Bikin Gaduh Karena Menunda Pemilu

Profil Agus Jabo Priyono

Awal Karir Politik

Tidak banyak yang bisa diketahui mengenai kehidupan pribadi Agus Jabo Priyono. Meskipun begitu, satu hal yang pasti adalah fakta kalau sosok ini merupakan wajah lama dalam dunia perpolitikan di Indonesia.

Di masa lampau, Agus Jabo Priyono dikenal sebagai Aktivis 1998 yang menentang kebijakan Presiden Soeharto. Dirinya membangun Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang aktif mengkritik RI-1 ini, dan menjadi Ketua Umum partai politik (Parpol) tersebut.

PRD ini sempat memeriahkan beberapa edisi Pemilu. Meskipun demikian, kiprah mereka dalam acara 5 tahunan tersebut bisa dibilang kurang baik. Pada akhirnya, Agus Jabo Priyono keluar dari PRD dan membentuk Partai Prima.

Kiprah di Partai Prima

Partai Prima sendiri dibentuk pada 1 Juni 2021. Agus Jabo Priyono bersama dengan beberapa Aktivis 1998 dan kalangan-kalangan masyarakat lain membentuk Parpol ini dengan tujuan alternatif yang meletakkan prinsip-prinsip kebangsaan, kerakyatan dan keumatan sebagai platform politiknya.

Lagi-lagi, dirinya diangkat menjadi Ketua Umum Parpol tersebut. Mereka menargetkan untuk bisa berpartisipasi dalam Pemilu 2024.

Sayangnya, KPU menyatakan kalau mereka gagal lolos verifikasi berkas. Hal ini berimbas kepada Partai Prima yang melayangkan gugatan kepada PN Jakarta Pusat. Dan hasilnya, mereka berhasil memenangkan gugatan tersebut terhadap KPU.

Baca Juga: Dampak Pemilu Ditunda Yang Bisa Bahayakan Negara. Apa Saja?

Dampak Gugatan

Gugatan yang Partai Prima ajukan kepada KPU, membuat PN Jakarta Pusat mengeluarkan putusan kalau KPU tidak diizinkan untuk melanjutkan pelaksanaan Pemilu 2024. Mereka juga harus membayar denda sebesar Rp. 500 juta terhadap Parpol tersebut.

Pihak Partai Prima menyebut bahwa KPU telah melanggar hukum karena tidak meloloskan verifikasi berkas pihak mereka. Namun, dampaknya justru malah melebar terhadap potensi penundaan Pemilu 2024, yang dikecam dan disayangkan oleh berbagai pihak.

PU sendiri diketahui akan secepatnya mengajukan banding guna bisa melaksanakan Pemilu sesuai dengan waktu yang ditentukan.

Baca Juga: Isu Pemilu Ditunda Naik Lagi, Kok Bisa? Ini Biang Keroknya

Khazanah Islam: Pujian untuk Ambisi Berkelanjutan, Warta Ekonomi Gelar Indonesia Most Visionary Companies Awards 2024