Menu


Apa Itu Stunting? Penghambat Masa Pertumbuhan Anak Yang Berakibat Fatal

Apa Itu Stunting? Penghambat Masa Pertumbuhan Anak Yang Berakibat Fatal

Kredit Foto: Unsplash/Filip Mroz

Konten Jatim, Depok -

Apa itu stunting? Menurut informasi dari situs World Health Organization (WHO), dikutip pada Kamis (26/1/2023), stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai.

Istilah stunting sering dikaitkan dengan kekurangan gizi yang membuat seorang anak tidak mendapatkan tinggi dan berat badan yang cukup. Namun, dampak dari stunting tidak berhenti sampai kekurangan tinggi dan berat badan saja.

Baca Juga: Ucapan Belasungkawa dari Tokoh Politik untuk Lieus Sungkharisma

Perlu dipahami terlebih dahulu kalau stunting berpotensi terjadi pada awal kehidupan anak. Umumnya, stunting akan terjadi pada 1000 hari pertama sejak pembuahan janin hingga anak memasuki usia 2 tahun.

Penyebab paling utama dari stunting adalah nutrisi pada anak yang tidak memadai. Ini bisa dimulai dari tidak makan cukup atau mengkonsumsi makanan yang tidak mempunyai gizi tinggi.

Baca Juga: Profil Lieus Sungkharisma, Aktivis Tionghoa Yang Meninggal Karena Serangan Jantung

Selain itu, stunting juga bisa disebabkan akibat infeksi berulang, penyakit kronis atau penyakit yang menyebabkan asupan, penyerapan, atau pemanfaatan nutrisi buruk. Ada juga potensi kurangnya perhatian dan stimulasi untuk perkembangan

Gangguan pertumbuhan memiliki konsekuensi fungsional yang merugikan terhadap kesehatan anak. Sebagai gambaran, stunting akan memberi dampak yang cukup signifikan terhadap anak baik itu dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Anak-anak tidak dapat memulihkan tinggi badan dengan cara yang sama seperti mereka dapat menambah berat badan. Mereka yang terdampak dari stunting lebih sering jatuh sakit, kehilangan kesempatan untuk belajar, kurang berprestasi di sekolah.

Baca Juga: Azab Pelaku Pelecehan Seksual Menurut Pandangan Ustadz Khalid Basalamah

Akibatnya, kognisi mereka menjadi kurang berkembang dan kinerja pendidikan mereka lebih buruk, dibandingkan teman sebayanya. Masalah ini akan berpengaruh kepada anak-anak ketika mereka tumbuh dewasa nanti.

Mereka berpotensi untuk tumbuh menjadi kurang beruntung secara ekonomi. Orang dewasa yang menjadi korban stunting bisa jadi memperoleh gaji lebih rendah dan menjadi kurang produktif. Ada kemungkinan juga mereka menderita penyakit kronis.

Baca Juga: Jenis-jenis Riba Beserta Contohnya Yang Wajib Dihindari Umat Muslim

Khazanah Islam: Masuk Daftar Nominator Warisan Budaya Tak Benda, Reog Ponorogo Segera Diakui UNESCO



Berita Terkait