Menu


Kisah Kaum Sodom dan Gomora yang Dimusnahkan Allah Karena Penyimpangan Seksual

Kisah Kaum Sodom dan Gomora yang Dimusnahkan Allah Karena Penyimpangan Seksual

Kredit Foto: Wikimedia Commons/Daderot

Konten Jatim, Depok -

Agama Islam memang merupakan agama yang mengajarkan kebaikan dan toleransi sesama manusia. Namun, ada beberapa batasan tertentu yang tidak boleh dilangkahi dalam menerapkan toleransi terhadap orang-orang lain.

Dalam pandangan Agama Islam, para penganutnya tidak diperkenankan untuk mendukung kaum LGBT, mencakup lesbian, gay, biseksual dan transgender yang menyimpang dari syariat Islam. Menghargai boleh, namun tidak diperkenankan untuk mendukung.

Mereka yang memiliki orientasi selain heteroseksual sudah dianggap melakukan penyimpangan dari kaidah-kaidah keagamaan. Di masa lampau, terdapat kaum Sodom dan Gomora yang melakukan penyimpangan seksual dan pada akhirnya, dimusnahkan Allah SWT.

Baca Juga: Ada Pemasangan Bendera LGBT, PKS: Masalah Ini Harus Diatasi Sebelum Konflik Muncul

Mengutip beberapa sumber berbeda pada Jumat (9/6/2023), berikut kisah singkat mengenai kaum Sodom dan Gomora yang hidup di era Nabi Luth.

Sodom dan Gomora

Layaknya kisah-kisah lain di masa lampau, cerita lengkap tentang Sodom dan Gomora dalam sudut pandang Agama Islam dapat ditemukan dalam beberapa ayat Al-Qur'an, seperti Surah Al-A'raf (7:80-84), Surah Hud (11:77-83), dan Surah Al-Hijr (15:59-77). 

Dalam surat-surat tersebut, Allah SWT menjelaskan beberapa hal seperti perbuatan penduduk Sodom dan Gomora, peringatan Nabi Luth kepada mereka, serta hukuman yang diberikan kepada mereka sebagai akibat dari perbuatan mereka yang melampaui batas.

Baca Juga: Kader PKS: Jika tidak Tegas, Siap-Siap Aksi LGBT Makin Demonstrasi

Cerita mengenai kaum Sodom dan Gomora disebutkan berada di 2 kota yang terletak di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Laut Mati. Nabi Luth diutus oleh Allah SWT untuk menyampaikan petunjuk dan memperingatkan penduduk kota-kota tersebut.

Menurut Al-Qur'an, penduduk Sodom dan Gomora terlibat dalam perilaku yang melampaui batas-batas moral dan etika. Mereka terlibat dalam perbuatan homoseksual dan perbuatan zina dengan melanggar norma agama dan tata krama yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Nabi Luth dengan sabar dan tekun berusaha mengingatkan mereka agar kembali kepada jalan yang benar dan meninggalkan perbuatan-perbuatan terlarang tersebut.

Namun, penduduk Sodom dan Gomora menolak mendengarkan nasehat Nabi Luth dan terus melanjutkan perilaku mereka yang melanggar hukum ilahi.  Akibatnya, Allah SWT memutuskan untuk menghancurkan kedua kota tersebut sebagai hukuman atas kejahatan dan ketidaktaatan mereka. 

Baca Juga: Mahfud MD Klarifikasi soal LGBT Kodrat Tuhan: Bukan Saya yang Bilang

Pengingat Bagi Manusia di Masa Sekarang

Kisah ini menjadi peringatan bagi manusia agar tetap taat kepada perintah Allah SWT dan menjauhi perbuatan yang merusak tatanan moral dan sosial.

Pernah ada kisah yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW meminta para sahabat dan umatnya untuk tidak meminum air yang menjadi tempat pemukiman kaum Sodom dan Gomora. Beliau merasa jijik dengan perilaku mereka di zaman Nabi Luth sehingga tidak mau singgah dan beristirahat di sana.

Baca Juga: Dukung Diadakannya Konser Coldplay, Cak Imin: Tidak Ada Lagu LGBT!

Dalam sains sendiri, perilaku macam ini juga tidak kalah buruk dengan zina lantaran mereka juga berpotensi tertular penyakit seksual yang tidak diinginkan. Dan pastinya homoseksualitas juga menyebabkan mandeknya keturunan.

Inilah alasan kenapa Allah SWT melarang umat Islam untuk mendukung keberadaan LGBT. Penyimpangan-penyimpangan ini dianggap tidak akan membawa berkah, sehingga patut dijauhi.