Menu


PAN Tepis Narasi Duetkan Ganjar-Erick di Pilpres

PAN Tepis Narasi Duetkan Ganjar-Erick di Pilpres

Kredit Foto: Republika

Konten Jatim, Jakarta -

Partai Amanat Nasional (PAN) diisukan bakal mengusung duet Ganjar Pranowo-Erick Thohir pada Pilpres 2024 nanti. Namun, hal itu lansung dibantah oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

Menurut Zulhas, sapaan akrabnya, belum ada pembahasan khusus mengenai paket capres-cawapres yang akan diusung oleh Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang mengawali pertemuannnya di Rumah Heritage.

Baca Juga: PAN Akui Tak Mudah Untuk Berunding soal Capres

Bahkan, Zulhas mengungkapkan ada tiga klaster terkait pengusungan capres 2024. Klaster pertama yakni ketua umum yang tergabung dalam KIB yang terdiri dari Golkar, PAN, dan PPP.

"Kedua, ada klaster dari pemerintah daerah. Ada Pak Ganjar, ada Pak Anies, ada Pak Ridwan Kamil, tapi sekarang Pak Ridwan Kamil sudah merapat ke Golkar. Kan Golkar capresnya Pak Airlangga," kata Zulhas dalam sebuah program siaran televisi swasta, dikutip Jumat (27/1/2023).

Baca Juga: Potensi Duet Ganjar-Erick Mencuat di Daerah, Zulhas: Ideal, Tapi Lihat Nanti

"Yang berikutnya Khofifah (Gubernur Jawa Timur). Ada klaster dari Kementerian. Itu ada Erick Thohir, kemudian ada juga Bu Puan. (Nama-nama calon) belum ada perubahan, masih sembilan nama," lanjutnya.

Terkait duet Ganjar-Erick, diakui Zulhas memang ada pengurus PAN di tingkat daerah yang mengajukan dua nama tersebut sebagai kandidat bacapres-bacawapres.

"Jawa Tengah sudah bulat meminta kepada DPP, Pak Ganjar dan Pak Erick. NTT juga sudah Pak Ganjar, Papua juga sudah Pak Ganjar. Bali juga sudah Pak Ganjar. Tapi Sumatera Barat, Aceh minta Pak Anies. (daerah). Yang lain lagi berproses. Tentu pada saatnya nanti akan mengerucut kepada siapa,” beber dia.

Menurut Zulhas, usulan pengurus partai di daerah itu merupakan suatu hal yang ideal bagi internal partai. Bahkan, Zulhas mengaku bahwa mereka memiliki tekad bulat demi menjagokan pasangannya itu.

Baca Juga: Peserta Pemilu Hanya Boleh Miliki Maksimal 10 Akun Medsos untuk Kampanye

"Tentu kalau kader-kader partai ingin ketua umumnya, sebagai harapan. Idealnya, ketua partai itu kan maju. Tapi sekali lagi, nanti ketemu realita kan. Karena ada syarat, pilpres itu kan 20 persen. Itu nanti kami masih berunding. Golkar bagaimana, PPP bagaimana, kami berembuk," ujar Menteri Perdagangan (Mendag) itu.

Kendati demikian, Zulhas menuturkan idealnya setiap partai politik menyiapkan kader masing-masing untuk menjadi pemimpin baik di tingkat daerah maupun di tingkat nasional.

"Hanya memang kami ini kan ada ideal, ada realitas. Dan memang untuk mencari yang yang ideal itu kadang-kadang tidak mudah. Ya tentu, ideal tetap, tapi kami melihatlah nanti," tutur dia.

Khazanah Islam: Pujian untuk Ambisi Berkelanjutan, Warta Ekonomi Gelar Indonesia Most Visionary Companies Awards 2024



Berita Terkait