Hubungan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto kian harmonis. Bahkan keduanya hadir sebagai saksi pengesahan pernikahan Valencia Tanoesoedibjo dan Kevin Sanjaya di Park Hyatt, Jakarta, pada Sabtu 15 April 2023.
“Saya sih melihatnya acara pernikahan itu acara sakral, acara yang positif, momentum terbaik bagi kedua mempelai. Bagi saksi maupun keluarga besar," ujar Pengamat politik Ujang Komarudin, mengutip JPNN, Senin (7/4/2023).
Baca Juga: Soal Prabowo Disandingkan dengan Kader PDIP untuk Pilpres 2024, Ini Penjelasan Hasto Kristiyanto
"Saya melihatnya bisa jadi Pak Hary Tanoe sedang melakukan suatu gagasan pikiran yang realistis yang bisa jadi bahwa dengan Pak Jokowi dan Pak Prabowo menjadi saksi nikah, itu artinya bisa bahwa legacy kepemimpinan itu, Pak Hary Tanoe menginginkan dari Jokowi kepada Prabowo,” tambah Ujang.
Dosen Universitas Al-Azhar ini menilai, saat ini Prabowo memiliki elektabilitas yang tinggi. Bahkan dalam beberapa survei nasional, elektabilitas Prabowo mengungguli Ganjar dan Anies yang cenderung stagnan.
“Kita lihat saja ke depan seperti apa. Namun, yang saya lihat, Pak Prabowo mempunyai potensi besar menggantikan Pak Jokowi. Karena elektabilitasnya tinggi,” jelas Ujang.
Baca Juga: Siapa Sebenarnya Capres yang Didukung Jokowi, Prabowo Atau Ganjar?
Untuk itu, menurut Ujang, wajar jika kehadiran Jokowi dan Prabowo sebagai saksi acara pengesahan pernikahan putri Hary Tanoesoedibjo ini dapat menimbulkan persepsi positif di mata publik.
“Ya mungkin saja hari pernikahan Valencia Tanoesoedibjo dengan Kevin Sanjaya menjadi momentum bagi keluarga besar Hary Tanoe dan Perindo, termasuk Jokowi dan Prabowo untuk sama-sama bersatu bukan hanya di pernikahan, tetapi bersatu juga di Pilpres mendatang. Artinya, Pak Jokowi akan selesai, yang kemudian atas pilihan rakyat Pak Prabowo melanjutkannya,” pungkas Ujang.
Khazanah Islam: Awas! Ini Sederet Posisi Seks yang Dilarang dalam Islam, tapi Nomor 2 Sering Dilakukan