Menu


Aksi Mantan Pimpinan KPK yang ‘Turun Gunung’ Demi Singkirkan Firli Bahuri

Aksi Mantan Pimpinan KPK yang ‘Turun Gunung’ Demi Singkirkan Firli Bahuri

Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat

Konten Jatim, Jakarta -

Sejumlah mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan sejumlah aksi demonstrasi di depan gedung KPK beberapa waktu lalu. 

Pihak yang hadir di antaranya Abraham Samad, Saut Situmorang, hingga Bambang Widjojanto. Mantan penasehat KPK Abdullah Hehamahua, dan Budi Santoso, juga turut hadir di bawah teriknya matahari pada siang itu. 

Para mantan pimpinan KPK ini sendiri melakukan aksi secara langsung demi mendesak Ketua KPK Firli Bahuri mundur dari posisinya karena dianggap telah melakukan banyak pelanggaran.

Baca Juga: Djayadi LSI: KPK dan Polisi Masih Belum Dapatkan Kepercayaan Masyarakat

"Hari ini saya bersama teman-teman seperjuangan, mahasiswa dan lain-lain  ingin menegaskan kita akan mengajukan, melaporkan Saudara Firli Bahuri terhadap pelanggaran etika dan perilaku yang dilakukan," kata Abraham lantang berorasi. 

Dalam orasinya Abraham, mengultimatum Dewas KPK untuk tegas menindak Firli Bahuri dengan memecatnya. 

"Kita minta Dewas KPK untuk obyektif tidak seperti di masa lalu, ketika memeriksa saudara Firli ada kecenderungan tidak memberikan sanksi yang tegas. Sehingga kelakuan atau perbuatan Firli terulang terus-menerus. Karena tidak ada tindakan yang keras dan tegas atau sanksi yang diberikan Dewas KPK," teriaknya lantang.  

Saat unjuk rasa mereka juga datang membawa sejumlah atribut, di antaranya poster bertuliskan sejumlah tuntutan, 'Masa Depan Pemberantasan Korupsi, Lebih Penting Daripada Masa Depan Firli Bahuri’. 

Baca Juga: Pimpinan KPK Ketahuan Bertukar Pesan dengan Pejabat ESDM, Andi Sinulingga: Kok Bisa Negara Serusak Ini?

Aksi demi menggulingkan Firli Bahuri dari jabatannya, tak hanya dari mantan petinggi KPK. Turut hadir mantan punggawa KPK, Novel Baswedan, Aulia Postiera, M. Praswad Nugraha, Lakso Anindito, hingga Ronald Paul Sinyal. Mereka adalah pegawai KPK yang dipecat Firli lewat operasi tes wawasan kebangsaan atau TWK. 

Hadir pula sejumlah kelompok aktivis, Indonesia Memanggil (IM57+) Institute, Indonesia Corruption Watch (ICW), Transparency International Indonesia (TII), LBH Jakarta, Amnesty Internasional Indonesia dan YLBHI. Mereka tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil, dengan tujuan menuntut Dewas KPK memecat Firli Bahuri. 

Khazanah Islam: Awas! Ini Sederet Posisi Seks yang Dilarang dalam Islam, tapi Nomor 2 Sering Dilakukan

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Konten Jatim dengan Suara.com.