Menu


Mana Lebih Baik, Sahur di Awal Waktu atau Diakhirkan? Ini Penjelasan Habib Rizieq Shihab

Mana Lebih Baik, Sahur di Awal Waktu atau Diakhirkan? Ini Penjelasan Habib Rizieq Shihab

Kredit Foto: Pexels/Monstera

Konten Jatim, Jakarta -

Sahur bermakna mengonsumsi makanan dan minuman pada dini hari sebelum menjalankan ibadah puasa pada bulan suci Ramadan. Sahur sangat dianjurkan untuk dilakukan, sebab terdapat keberkahan di dalamnya.

Tak hanya ada keberkahan, menjalankan sahur juga dapat membantu untuk menjaga kesehatan tubuh dan menghindari dari rasa lapar yang berlebih saat menjalankan puasa, yakni dari terbitnya fajar hingga tenggelamnya matahari.

Lantas, mana yang lebih baik, apakah sahur di awal waktu atau diakhirkan?

Baca Juga: Buya Yahya Ungkap Keutamaan Sahur, Bisa Menyempurnakan Ibadah Puasa

Pendakwah Habib Rizieq Shihab menyebut bahwa sahur lebih baik dilakukan di akhir waktu, yakni menjelang memasuki waktu azan Subuh.

Hal ini juga sesuai kebiasaan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

"Ingat, bahkan Nabi bukan hanya sekadar menganjurkan sahur, tapi Nabi mengingatkan, bahwa kalau kita mengakhirkan sahur, jauh lebih baik," ujar Habib Rizieq dari kanal YouTube Pecinta Habib Rizieq Shihab, dikutip Konten Jatim pada Senin (10/4/2023).

Habib Rizieq menjelaskan, bahwa semakin mengakhirkan sahur, maka semakin baik manfaatnya. Menurutnya, sahur yang diakhirkan berguna untuk menjaga stamina pada siang harinya.

"Lebih akhir sahur kita, lebih baik manfaatnya. Karena semakin akhir kita sahur, maka stamina kita di siang hari lebih terjamin dan lebih terjaga," paparnya.

Berikut ini adalah beberapa dalil tentang keutamaan sahur pada bulan suci Ramadan.

Baca Juga: Amalan Sahur: Jasmani Mencegah dari yang Membatalkan, Rohani Mencegah dari yang Merusak

"Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan." (HR. Bukhari no. 1923 dan Muslim no. 1095).

"Perbedaan antara puasa kita dan puasa Ahli Kitab (Yahudi dan Nashrani) adalah makan sahur." (HR. Muslim no. 1096).