Menu


Perbedaan Matan dengan Sanad dan Rawi dalam Ilmu Hadits

Perbedaan Matan dengan Sanad dan Rawi dalam Ilmu Hadits

Kredit Foto: Unsplash/GR Stocks

Konten Jatim, Jakarta -

Matan ialah bagian hadits setelah berhentinya keterangan orang-orang yang meriwayatkannya. Singkatnya, inilah inti dari hadits. Apa bedanya dengan sanad dan rawi?

Terdapat beberapa pengertian dasar yang harus dipahami terkait sanad dan matan dalam mempelajari dan mengkaji ilmu hadits. Sanad secara bahasa ialah sandaran, tempat bersandar, atau yang menjadi sandaran.

Sementara itu, sanad menurut istilah ahli hadits ialah silsilah atau jalan yang menyampaikan kepada matan hadits. Ini disebut dalam laman Pondok Pesantren IMMIM Pangkep.

Baca Juga: Apa Itu Matan? ‘Inti’ Hadits yang Terus Diriwayatkan

Sebagai contoh, berikut sanad dan matan hadits:

“Dikabarkan kepada kami oleh Malik yang menerimanya dari Nafi, yang menerimanya dari Abdullah ibnu Umar bahwa Rasulullah bersabda: ‘Janganlah sebagian dari antara kamu membeli barang yang sedang dibeli oleh sebagian yang lainnya.’”

Kalimat yang dicetak tegak lurus ialah sanad, sedangkan yang bercetak miring ialah matan. Letak perbedaanya ialah sanad sebagai riwayat orang-orang yang menyampaikan kepada matan, sedangkan matan ialah inti hadits itu sendiri.

Baca Juga: Apa Itu Kutubus Sittah? Enam Kitab Kumpulan Hadits yang Sahih

Para ahli hadits sangat berhati-hati dalam menerima suatu hadits, kecuali mengenal dari siapa mereka menerima setelah benar-benar dapat dipercaya. Biasanya, riwayat dari golongan sahabat tidak perlu disyaratkan untuk diterima periwayatannya.

Tampilkan Semua Halaman